PSM Penatoi Dicoret Jelang Pembagian SK, Khadijah Ngaku Karena Perbedaan Warna Politik
#KOTA BIMA – Polemik pergantian dan penyegaran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) kembali mencuat di Kota Bima. Kali ini datang dari Kelurahan Penatoi, setelah seorang PSM senior, Khadijah, mengaku dicoret dari daftar penerima SK tahun 2026 secara tiba-tiba.
Kepada Metromini Media, Khadijah mengaku dirinya telah mengabdi sebagai PSM sejak tahun 2019 di bawah Dinas Sosial Kota Bima. Bahkan sebelumnya ia menjalankan tugas bersama rekannya, Ibrahim Melintang.
“Saya mengabdi sejak 2019 sebagai PSM senior di Dinsos Kota Bima. Tahun-tahun kemarin saya berdua dengan Ibrahim Melintang,” ujar Khadijah, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, setelah rekannya lulus sebagai PPPK PW, hampir seluruh pekerjaan dan kegiatan sosial di wilayah Penatoi ditangani sendiri olehnya.
“Karena dia lulus PW, maka semua kerjaan dan kegiatan saya handel sendiri,” katanya.
Pada awal April 2026, Dinas Sosial disebut melakukan proses penyegaran PSM. Khadijah mengaku ikut mengikuti seluruh tahapan administrasi yang diminta, termasuk pengisian biodata melalui tautan resmi.
“Nah awal April ada penyegaran PSM dan saya direkrut dengan mengisi link biodata dan lain-lain,” jelasnya.
Kemudian, pada 3 Mei 2026, Surat Keputusan (SK) PSM 2026 disebut dibagikan melalui grup WhatsApp PSM. Dalam SK tersebut, nama Khadijah masih tercantum sebagai PSM Kelurahan Penatoi bersama satu nama lainnya, yakni Rika Retno Sari.
“Di situ tercantum PSM Penatoi ada dua orang, yaitu Hadijah dan Rika Retno Sari,” ungkapnya.
Pembagian SK sendiri sedianya dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2026. Namun sebelum pembagian dilakukan, Khadijah mengaku dipanggil untuk menghadap Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM).
“Tiba-tiba ada pemanggilan untuk saya menghadap Pak Kabid Bidang PFM. Di situ diberitahukan kalau saya tidak boleh masuk PSM,” katanya.
Khadijah menilai pencoretan dirinya bukan karena faktor kinerja, melainkan diduga berkaitan dengan perbedaan pilihan politik.
“Intinya saya dicoret karena ada perbedaan warna,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Sosial Kota Bima maupun Kabid PFM terkait alasan pencoretan tersebut serta mekanisme perubahan nama dalam SK PSM 2026. (#RED/AI/Aghil)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #PSM #KotaBima #KelurahanPenatoi #DinsosKotaBima #Khadijah #PenyegaranPSM #Politik #Sosial




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.