Festival Rimpu Mantika 2026 Dinilai Sukses, Kemenpar RI Catat Dampak Ekonomi dan Budaya Positif di Kota Bima
#KOTA BIMA – Pelaksanaan Festival Rimpu Mantika 2026 mendapat evaluasi positif dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dalam rapat evaluasi penyelenggaraan yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026, berbagai aspek mulai dari inovasi budaya, pengelolaan kegiatan, dampak ekonomi hingga pelestarian budaya dinilai menunjukkan perkembangan signifikan.
Berdasarkan dokumen evaluasi resmi Kementerian Pariwisata RI, Festival Rimpu Mantika tahun ini dianggap berhasil mengemas budaya lokal Bima secara kreatif dan modern tanpa meninggalkan nilai tradisi. Kain Rimpu tidak hanya ditampilkan sebagai identitas budaya, tetapi juga menjadi elemen utama dalam parade budaya, fashion show, dekorasi acara hingga konten promosi digital.
Dalam catatan evaluasi, jumlah peserta pawai Rimpu meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sekitar 86 ribu peserta dari berbagai unsur masyarakat disebut ikut memeriahkan kegiatan yang berlangsung sepanjang kurang lebih tiga kilometer di Kota Bima.
Kementerian Pariwisata juga menilai keterlibatan generasi muda dan akademisi menjadi salah satu kekuatan utama event tahun ini. Dinas Pariwisata Kota Bima disebut menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima dalam proses perencanaan, pelaksanaan hingga penghitungan dampak ekonomi kegiatan.
Selain itu, sistem digitalisasi mulai diterapkan dalam pendaftaran peserta dan pelaku UMKM yang terlibat dalam festival.
Dari sisi ekonomi, Festival Rimpu Mantika 2026 disebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan transaksi UMKM, hotel, restoran, transportasi hingga sektor ekonomi kreatif lainnya. Dalam laporan resmi panitia, total transaksi ekonomi selama event berlangsung tercatat mencapai sekitar Rp1,02 miliar.
“Pelaksanaan event Festival Rimpu Mantika menjadi momentum geliat transaksi dan permintaan kain tenun lokal meningkat secara signifikan,” demikian salah satu poin evaluasi dalam dokumen tersebut.
Namun demikian, evaluasi juga mencatat sejumlah hal yang perlu diperbaiki. Di antaranya pengaturan parkir kendaraan, manajemen keramaian, penambahan papan informasi jalur masuk dan keluar, hingga penyediaan titik evakuasi, fasilitas kebersihan dan penunjuk lokasi layanan publik.
Kementerian Pariwisata turut menyoroti perlunya penambahan tempat sampah dan petugas kebersihan selama acara berlangsung agar pengelolaan lingkungan lebih optimal pada pelaksanaan festival berikutnya.
Secara keseluruhan, Festival Rimpu Mantika 2026 dinilai berhasil memperkuat identitas budaya Bima sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal sekaligus memperluas promosi budaya daerah ke tingkat nasional. (#RED/AI/Mawardy/ADV)
#SUMBER:
Dokumen Rapat Evaluasi Festival Rimpu Mantika 2026 – Kementerian Pariwisata RI, Rabu, 13 Mei 2026.
📷: Dok. Metromini Media/AI
#FestivalRimpuMantika2026
#RimpuMantika
#KotaBima
#PariwisataNTB
#WonderfulIndonesia
#KemenparRI
#BudayaBima
#UMKMBima
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#EventNasional
#PesonaIndonesia
#FestivalBudaya
#NTBMendunia
#RimpuBima






Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.