Basyir Zidane Ungkap Perjuangan Panjang Hadirkan Proyek NUFReP dan JICA di Kota Bima

 


#KOTA BIMA – Mantan City Hydraulic Engineer Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) – World Bank, Basyir Zidane, mengungkap perjuangan panjang yang dilakukan berbagai pihak dalam menghadirkan proyek pengendalian banjir berskala besar di Kota Bima.

Menurut Basyir, mantan Wali Kota Bima, H. Muhammad Lutfi (HML), memiliki ambisi besar untuk membebaskan Kota Bima dari ancaman banjir, terutama setelah bencana besar yang melanda daerah tersebut pada tahun 2016.

“Dulu HML sangat berambisi ingin membebaskan Kota Bima dari bencana banjir disaat Pemkab Bima dan Pemprov NTB tidak memiliki inisiatif untuk mengatasi masalah banjir di wilayah hulu yang menjadi kewenangan mereka,” ungkap Basyir Zidane, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, perjuangan menghadirkan proyek NUFReP dan dukungan JICA tidaklah mudah. HML bersama bersama pejabat terkait di Pemkot  melakukan berbagai lobi strategis kepada lembaga donor internasional seperti World Bank (WB) dan Japan Foundation.

Upaya tersebut, kata dia, akhirnya mendapat respons positif hingga membuka jalan bagi realisasi proyek pengendalian banjir yang kini berjalan di Kota Bima.

Basyir mengungkapkan, perencanaan teknis proyek sebenarnya mulai dirintis sejak era kepemimpinan HMQ.

Namun dokumen dan persiapan yang ada kala itu belum tuntas sehingga kembali direview dan dipersiapkan secara lebih komprehensif pada era HML bersama Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I NTB.

Seluruh tahapan disebut harus memenuhi Readiness Criteria (RC) yang dipersyaratkan oleh World Bank maupun JICA sebelum proyek bisa disetujui untuk dilaksanakan.

“Seluruh OPD terkait mulai dikerahkan untuk menyiapkan dokumen dan data sesuai tupoksinya masing-masing. Dinas PUPR menyempurnakan DED bersama BWS, Dinas Perkim menyiapkan lahan dan masyarakat, DLH menyiapkan dokumen pengendalian dampak lingkungan, dan semuanya berkolaborasi dengan BWS selaku perwakilan Kementerian PUPR,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa perjuangan panjang tersebut membuahkan hasil ketika World Bank pada tahun 2024 mengeluarkan rekomendasi No Objection Letter (NOL), sebagai tanda proyek dinyatakan memenuhi syarat untuk dilaksanakan.

“Sungguh perjuangan yang panjang dan melelahkan yang telah dilakukan oleh Pemkot Bima (HML), kami perwakilan WB, dan BWS NT 1 NTB waktu itu guna menghadirkan project NUFReP maupun JICA ini,” tutup Basyir Zidane.

Program NUFReP sendiri kini menjadi salah satu proyek strategis pengendalian banjir terbesar di Kota Bima yang diharapkan mampu mengurangi risiko banjir serta memperkuat ketahanan wilayah perkotaan di masa mendatang. (#RED/AI/Mawardy)


📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia

#BeraniDanLugas

#NUFReP

#KotaBima

#BimaBangkit

#PengendalianBanjir

#WorldBank

#JICA

#BWSNT1

#HML

#BasyirZidane

#ProyekStrategis

#BimaTangguh

#InfrastrukturBima

#BanjirBima

#NTB

#PembangunanBima

#TataKota

#MitigasiBencana

#BimaMaju

Related

NufRep 2374925146792955135

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item