Tangis Santri di Balik Tembok Ponpes, Ustaz di Loteng Diduga Cabuli 4 Murid Hingga Sakit
#LOTENG - Dunia pendidikan pesantren di Lombok Tengah (Loteng) kembali diguncang kabar kelam. Seorang oknum ustaz berinisial MYA di sebuah pondok pesantren wilayah Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tega menodai amanah dengan diduga mencabuli empat orang santrinya sendiri hingga mengalami sakit fisik dan trauma mendalam.
Kasus memilukan ini mencuat ke permukaan setelah salah satu korban mengeluhkan sakit parah. Korban kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas Sengkol.
Bak disambar petir, hasil pemeriksaan awal tim medis menunjukkan bahwa korban mengalami penyakit menular seksual (PMS)—sebuah bukti kuat adanya dugaan tindakan kekerasan seksual yang berulang.
#Korban Berani Bersuara
Tak tahan lagi dengan penderitaan yang dialami, para korban yang seluruhnya masih anak-anak di bawah umur—duduk di bangku SMP—akhirnya memberanikan diri.
Mereka membongkar aksi bejat sang ustaz dan mengadukannya langsung kepada pimpinan pondok pesantren.
Diketahui, keempat korban ini berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Pujut yang sengaja dititipkan orang tua mereka untuk menimba ilmu agama demi membangun akhlak mulia.
Pihak kepolisian bergerak cepat merespons laporan tersebut. Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku kekerasan seksual anak.
"Pelaku MYA hari ini kita tetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap santrinya. Saat ini tersangka sudah diamankan di ruang tahanan khusus Mapolres Lombok Tengah," tegas AKP Punguan, Jum'at (15/5/2026).
#Kawal Hingga Tuntas
Polres Lombok Tengah memastikan proses hukum terhadap MYA akan berjalan dengan tegas dan serius. Mengingat dampak psikologis yang luar biasa berat, polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) secara intensif kepada keempat korban agar trauma mereka tidak semakin memburuk.
Kasus ini memicu gelombang keprihatinan sekaligus kecaman keras dari publik. Lingkungan pesantren yang seharusnya menjadi benteng moral dan ruang aman bagi anak-anak, justru dicoreng oleh tindakan predator seksual berkedok pemuka agama.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah masih terus mendalami kasus ini. Polisi melakukan pengembangan untuk menyelidiki kemungkinan adanya korban lain yang belum berani melapor, serta mengumpulkan alat bukti tambahan guna menyeret tersangka ke meja hijau dengan ancaman hukuman maksimal.
(#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#SUMBER: Lombokdaily.net
* #KekerasanSeksual
* #PencabulanSantri
* #PredatorAnak
* #DaruratKekerasanSeksual
* #LindungiAnak
* #LombokTengah
* #PolresLombokTengah
* #PujutLombokTengah
* #SeputarLombok
* #MetrominiMedia
* #BeraniDanLugas
* #MetrominiNews




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.