Gambaran Pertumbuhan Ekonomi Kota Bima Lima Tahun Terakhir, 2025 Melambat ke 3,95 Persen
http://www.metrominimedia.com/2026/05/gambaran-pertumbuhan-ekonomi-kota-bima.html
Media Metromini
Berani dan Lugas
#KOTA BIMA — Gambaran pertumbuhan ekonomi Kota Bima dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren yang fluktuatif. Setelah sempat mengalami lonjakan pertumbuhan pada tahun 2023 sebesar 5,16 persen, laju ekonomi Kota Bima kembali melambat pada tahun 2025 menjadi 3,95 persen. (Data BPS).
Data tersebut dipublikasikan melalui infografis analisis ekonomi yang dibagikan akun Facebook Mukhlis Haris pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam infografis itu dijelaskan, struktur ekonomi Kota Bima tahun 2025 masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi sebesar 26,65 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Posisi kedua ditempati sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,23 persen, disusul administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 11,05 persen. Sementara sektor transportasi dan pergudangan menyumbang 9,16 persen.
Tren pertumbuhan ekonomi Kota Bima selama periode 2021 hingga 2025 tercatat mengalami peningkatan dari 2,08 persen pada 2021 menjadi 2,70 persen pada 2022, lalu melonjak ke angka 5,16 persen pada 2023. Namun pada 2024 turun menjadi 4,04 persen dan kembali melambat di tahun 2025 menjadi 3,95 persen.
Dalam keterangannya, sumber menyebut perlambatan ekonomi terjadi akibat beberapa sektor utama mengalami penurunan pertumbuhan.
“Perlambatan ekonomi Kota Bima pada 2025 merupakan hasil dari kontraksi laju pertumbuhan pada sektor-sektor penopang utama seperti pertanian, administrasi pemerintahan, dan transportasi,” tulis Mukhlis Haris dalam infografis tersebut.
Disebutkan pula, sektor pertanian yang memiliki kontribusi besar hanya tumbuh 0,61 persen pada 2025. Kondisi ini menurun dibanding tahun sebelumnya dan menjadi beban utama ekonomi daerah.
Sementara sektor administrasi pemerintahan tercatat melambat ke angka 0,55 persen. Adapun sektor transportasi dan pergudangan hanya tumbuh 2,29 persen akibat lemahnya aktivitas distribusi dan konsumsi rumah tangga.
Meski demikian, beberapa sektor dinilai masih menjadi penyeimbang perlambatan ekonomi, seperti perdagangan besar dan eceran yang tumbuh 6,81 persen serta jasa kesehatan yang tumbuh hingga 8,47 persen.
“Tanpa adanya akselerasi di sektor perdagangan dan jasa kesehatan, angka pertumbuhan ekonomi Kota Bima berisiko terkoreksi lebih rendah lagi,” lanjut keterangan dalam analisis tersebut. (#RED/AI/Mawardy)
#SUMBER: Mukhlis Haris (16 Mei 2026)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #KotaBima #EkonomiBima #PertumbuhanEkonomi #PDRB #MukhlisHaris #NTB #BeritaBima



Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.