Gelombang Perjuangan PPS Kembali Menguat, Massa Siap Gelar Aksi Akbar di Poto Tano 26 Mei 2026

 


#SUMBAWA BARAT — Gelombang perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) kembali menggema di tengah masyarakat Pulau Sumbawa. Seruan aksi akbar yang direncanakan berlangsung pada 26 Mei 2026 di kawasan Pelabuhan Poto Tano mulai ramai disuarakan berbagai elemen perjuangan.

Ajakan aksi tersebut ramai beredar di media sosial melalui sejumlah akun dan komunitas perjuangan PPS. Dalam poster yang beredar, tampak massa membawa spanduk bertuliskan “Sumbawa Bima Dompu Siap Pisah Dengan Provinsi NTB” sebagai simbol tuntutan percepatan pembentukan daerah otonomi baru di Pulau Sumbawa.

Gerakan PPS sendiri bukanlah perjuangan baru. Aspirasi pembentukan provinsi baru di wilayah timur NTB itu telah berlangsung lebih dari dua dekade dan melibatkan banyak tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, hingga organisasi perjuangan daerah.

Perjuangan tersebut mulai terkonsolidasi sejak tahun 2003–2004 melalui Komite Perjuangan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP3S). Sejumlah tokoh seperti Agus Sofian Wahab, Harun Al Rasyid, Haja Mariam, Ikhlas Jamal, Yakup MT hingga Ikhraman disebut menjadi bagian penting dalam fase awal konsolidasi perjuangan.

Momentum besar PPS terjadi pada 27 Januari 2007 melalui deklarasi nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Sejak saat itu, dukungan terhadap PPS terus meluas di seluruh Pulau Sumbawa, mulai dari Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima hingga Kota Bima.

Meski demikian, perjuangan PPS juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk moratorium pembentukan daerah otonomi baru (DOB) dari pemerintah pusat yang hingga kini belum dicabut.

Pada tahun 2025, gelombang perjuangan kembali memuncak melalui aksi besar masyarakat di kawasan Poto Tano. Ribuan massa turun menyuarakan percepatan pembentukan PPS dan meminta pemerintah pusat segera membuka moratorium DOB.

Kini memasuki tahun 2026, perjuangan PPS dinilai semakin terorganisir. Presidium Aliansi PPS bersama berbagai elemen masyarakat terus melakukan konsolidasi lintas daerah dan penguatan dukungan politik di tingkat nasional.

Tokoh Aliansi PPS, Muhammad Sahril Amin atau yang dikenal dengan nama Sahril Amin Dea Naga, menegaskan bahwa perjuangan PPS bukan sekadar soal pemekaran wilayah administratif, melainkan menyangkut masa depan, pemerataan pembangunan, serta harkat dan martabat masyarakat Pulau Sumbawa.

Rencana aksi akbar pada 26 Mei 2026 di Pelabuhan Poto Tano diperkirakan kembali melibatkan massa dari berbagai daerah di Pulau Sumbawa. Aparat keamanan diprediksi akan melakukan pengamanan ketat guna memastikan aksi berlangsung aman dan kondusif.

Bagi sebagian besar masyarakat Pulau Sumbawa, PPS bukan hanya agenda politik daerah, tetapi simbol harapan baru bagi pemerataan pembangunan di wilayah timur Nusa Tenggara Barat. (#RED/AI/Mawardy)


#SUMBER: Desa Smart / Sasak Tulen Official (17 Mei 2026)

📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #PPS #ProvinsiPulauSumbawa #PotoTano #PulauSumbawa #NTB #AliansiPPS #Sumbawa #Bima #Dompu

Related

PPS 4318601934714098943

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item