Transformasi Taman Daelakosa, Pemkot Bima Tegaskan Penataan untuk Pengendalian Banjir dan Ruang Publik
#KOTA BIMA — Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan penjelasan terkait sorotan masyarakat terhadap kegiatan penebangan dan pemangkasan pohon di kawasan Taman Daelakosa. Aktivitas tersebut disebut merupakan bagian dari pekerjaan proyek pembangunan kolam retensi sebagai upaya pengendalian banjir di wilayah Kota Bima.
Dalam keterangan resminya, DLH Kota Bima menegaskan bahwa langkah penanganan pohon dilakukan secara selektif dan terukur sesuai kebutuhan teknis pembangunan infrastruktur.
“Langkah tersebut jangan dipandang hanya sebagai merusak lingkungan, melainkan sebagai bagian dari penataan area yang masuk dalam zona pekerjaan teknis pembangunan infrastruktur pengendalian banjir,” demikian keterangan resmi PPID DLH Kota Bima, Selasa (12/5/2026).
Menurut DLH, pembangunan kolam retensi dilakukan untuk mengurangi risiko banjir dan genangan yang selama ini kerap berdampak terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Pemerintah juga memastikan aspek lingkungan tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan proyek. Pohon yang ditebang maupun dipangkas disebut telah melalui proses identifikasi lapangan dan nantinya akan dilakukan penataan kembali kawasan hijau disertai program penanaman pohon pengganti.
“Taman Daelakosa ini ke depan selain berfungsi sebagai bagian dari program pengendalian banjir melalui pembangunan kolam retensi, juga akan tetap menjadi kawasan ruang terbuka hijau yang lebih tertata, lebih indah, dan lebih representatif sebagai ruang publik bagi masyarakat,” lanjut keterangan tersebut.
Tak hanya difungsikan sebagai infrastruktur pengendalian banjir, kawasan Taman Daelakosa juga dirancang menjadi pusat ruang kreasi dan interaksi masyarakat yang nyaman dan modern.
Nantinya kawasan itu akan dilengkapi dengan areal taman, jogging track hingga ruang bagi pelaku UMKM untuk mendukung aktivitas olahraga, rekreasi keluarga, serta penguatan ekonomi masyarakat.
DLH Kota Bima juga menyebut, pengembangan ruang publik akan dilakukan secara terintegrasi di sejumlah titik strategis Kota Bima.
“Jika di bagian barat kita ada Taman Amahami, di bagian timur ada Taman Kodo, maka di bagian tengah kita ada kawasan Taman Daelakosa yang ke depan akan menjadi lokasi strategis ditata dan dikembangkan untuk menjadi ruang kreasi publik yang representatif,” tulis PPID DLH Kota Bima.
Pemerintah turut mengapresiasi perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan ruang terbuka hijau. Kritik dan masukan disebut menjadi perhatian penting agar pembangunan tetap berjalan selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.
Melalui pembangunan kolam retensi tersebut, pemerintah berharap manfaat jangka panjang tidak hanya dirasakan dari sisi infrastruktur, tetapi juga terciptanya kawasan yang lebih tertata, aman, nyaman, hijau, serta memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi warga Kota Bima. (#RED/AI/Mawardy/ADV)
#SUMBER: PPID DLH Kota Bima
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#KotaBima
#TamanDaelakosa
#DLHKotaBima
#KolamRetensi
#PengendalianBanjir
#RuangTerbukaHijau
#PenataanKota
#RuangPublik
#BimaBangkit
#InfoBima
#NTB
#LingkunganHidup
#UMKMKotaBima




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.