FKKMDB Sulsel Soroti Jalan Rusak Soromandi, Gugat Janji Pemerintah NTB
#BIMA – Forum Komunikasi Keluarga Mahasiswa Donggo Bima (FKKMDB) Sulawesi Selatan melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Provinsi NTB terkait kondisi jalan provinsi di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, yang hingga kini masih rusak parah dan dinilai membahayakan masyarakat.
Melalui pernyataan sikap yang dirilis, FKKMDB Sulsel menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur di Soromandi menjadi bukti lemahnya perhatian pemerintah terhadap wilayah pinggiran. Mereka menilai masyarakat Soromandi seolah diperlakukan sebagai “anak tiri” dalam pembangunan daerah.
“Jalan rusak di Soromandi seolah menjadi monumen kegagalan pemerintah yang lebih sibuk dengan proyek seremonial daripada urusan perut dan nyawa rakyat di pelosok,” tegas Mohammad Fadil dalam pernyataan sikap FKKMDB Sulsel, Sabtu (9/5/2026).
FKKMDB Sulsel menyoroti kondisi jalan provinsi yang berlubang, rusak berat, dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Menurut mereka, akses jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat serta sarana penting untuk pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sosial warga.
Dalam sikap resminya, organisasi mahasiswa tersebut mengecam keras Pemerintah Provinsi NTB yang dianggap gagal menghadirkan pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di Kecamatan Soromandi.
Mereka juga mendesak Gubernur NTB agar segera merealisasikan janji pembangunan jalan secara konkret dan tidak hanya berhenti pada narasi politik semata.
Selain itu, FKKMDB Sulsel meminta Dinas PUPR Provinsi NTB segera turun tangan melakukan penanganan darurat dan memasukkan pembangunan jalan Soromandi sebagai prioritas utama.
“Kami mengingatkan bahwa masyarakat Soromandi bukan anak tiri pembangunan. Rakyat di pelosok juga memiliki hak yang sama untuk menikmati infrastruktur yang layak dan aman,” lanjut Mohammad Fadil.
FKKMDB Sulsel turut mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan pemuda Bima untuk bersama-sama mengawal persoalan tersebut hingga ada tindakan nyata dari pemerintah.
Mereka menegaskan, pembangunan yang adil bukan hanya berfokus pada pusat kota, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.
“Jalan rusak adalah bentuk nyata ketidakadilan. Soromandi bukan anak tiri,” tutup pernyataan tersebut. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#FKKMDBSulsel
#SoromandiBukanAnakTiri
#JalanRusakSoromandi
#GugatJanjiNTB
#NTBHarusAdil
#BimaBersuara
#InfrastrukturUntukRakyat
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#MahasiswaBergerak
#SoromandiMenggugat
#SaveSoromandi
#KeadilanInfrastruktur
#PemprovNTB
#BimaNTB




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.