Unram Klarifikasi Pembubaran Nobar “Pesta Babi”, Tegaskan Demi Ketertiban Kampus
#MATARAM – Universitas Mataram (Unram) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait polemik pembubaran kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” yang berlangsung di lingkungan kampus pada Kamis malam, 7 Mei 2026.
Pihak kampus menegaskan tindakan tersebut dilakukan murni demi menjaga ketertiban dan keamanan, bukan untuk membungkam kebebasan berekspresi mahasiswa.
Kepala Humas dan Protokol Unram, Dr. Khairul Umam, menyampaikan bahwa penyelenggara kegiatan sebelumnya tidak memberikan informasi lengkap kepada pihak kampus terkait detail acara yang akan dilaksanakan.
Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan kampus dalam melakukan antisipasi pengamanan.
“Pembubaran murni karena alasan ketertiban dan bukan untuk membungkam berekspresi,” tegas Khairul Umam dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pihak penyelenggara tidak pernah menyampaikan informasi rinci mengenai konsep kegiatan, jumlah peserta yang hadir, hingga teknis pelaksanaan acara.
Padahal, kata dia, informasi tersebut penting untuk pengendalian situasi di area kampus.
“Penyelenggara tidak pernah memberikan informasi detail tentang rencana kegiatan. Termasuk jenis kegiatan dan berapa orang yang akan dilibatkan untuk antisipasi ketertiban,” ujarnya.
Khairul juga mengungkapkan bahwa pembubaran dilakukan setelah massa yang hadir dinilai cukup banyak, bahkan sebagian di antaranya disebut bukan berasal dari kalangan mahasiswa Unram.
Kondisi itu dikhawatirkan memicu hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pembubaran penonton dilakukan setelah jumlah massa yang berkumpul sangat banyak. Termasuk yang bukan mahasiswa Unram, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak kampus membantah tudingan bahwa Unram melarang pemutaran film tersebut. Sebab pada waktu yang sama, mahasiswa Fakultas Teknik Unram juga menggelar kegiatan nobar film serupa tanpa adanya teguran dari pihak kampus.
“Pada saat yang sama, mahasiswa Unram di Fakultas Teknik juga melakukan nonton bareng film yang sama dan tidak ada teguran sama sekali,” beber Khairul.
Pihak Unram berharap polemik yang berkembang di tengah publik dapat menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi kampus maupun penyelenggara kegiatan mahasiswa ke depan agar pelaksanaan acara di lingkungan universitas berjalan lebih tertib dan terkoordinasi.
“Semoga kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi buat kita semua, untuk perbaikan penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Universitas Mataram,” pungkasnya. (#RED/AI/Agus)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#SUMBER:
NTBSatu – Zulhaq Armansyah, Jumat, 8 Mei 2026.
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #Unram #UniversitasMataram #PestaBabi #NobarFilm #KebebasanBerekspresi #Kampus #Mataram #NTB #BeritaNTB #Mahasiswa #KontroversiKampus #FilmDokumenter




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.