Mitra dan Kepala Dapur SPPG Tawali 2 Bantah MBG Jadi Penyebab Dugaan Keracunan, BGN Sebut Dapur Disuspend Sementara
#BIMA – Dugaan keracunan yang sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur SPPG Tawali 2 Wera menuai beragam penjelasan dari pihak terkait. Mitra dapur dan Kepala Dapur SPPG Tawali 2 membantah makanan MBG menjadi penyebab empat siswa SMAN 2 Wera mengalami gangguan pencernaan, sementara pihak Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Bima menyebut dapur tersebut disuspend sementara sambil menunggu hasil investigasi.
Mitra Dapur SPPG Tawali 2, Gufran, menegaskan bahwa proses produksi hingga distribusi MBG selama ini telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan berada dalam pengawasan pihak terkait.
“Dalam memproduksi, kami sudah mempercayai SOP yang ada dalam alur distribusi di dapur kepada pihak BGN. Semua dalam kendali Kepala Dapur dan Ahli Gizi,” ujar Gufran kepada Media Metromini, Kamis (7/5/2026).
Ia menegaskan, sejauh ini tidak ada persoalan dalam produksi maupun distribusi makanan MBG.
“Setiap hari tidak ada masalah, demikian pula dengan produksi MBG hari ini,” katanya.
Gufran juga meminta agar penjelasan teknis lebih rinci dikonfirmasi langsung kepada Kepala Dapur SPPG Tawali 2.
“Untuk lebih detailnya bisa ditanyakan ke Kepala Dapur SPPG Tawali 2,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Tawali 2 Wera, Imam Suryansyah, turut membantah dugaan bahwa empat siswa SMAN 2 Wera mengalami sakit akibat mengonsumsi MBG dari dapur yang dipimpinnya.
Menurut Imam, dapur SPPG Tawali 2 memang bekerja sama dengan sekolah penerima manfaat MBG, termasuk SMAN 2 Wera.
Namun berdasarkan kronologi yang ia ketahui, para siswa telah mengalami gejala sebelum mengonsumsi MBG di sekolah.
“Peristiwa dugaan keracunan yang dikaitkan dengan dapur SPPG Tawali 2, hanya ada hubungan dapur dan sekolah yang terikat kontrak MBG.
Namun dalam kasus keracunan ini, kondisi empat siswa di SMAN 2 Wera itu bukan karena makanan atau MBG dari dapur Tawali 2,” jelas Imam, Kamis (7/5/2026).
Ia mengatakan, keempat siswa tersebut dibawa ke Puskesmas Wera sekitar pukul 10.00 WITA atau sebelum jadwal makan MBG berlangsung.
“Mereka keracunan sekitar jam 10 atau sebelum mengkonsumsi MBG kami. Kemungkinan makanan yang dikonsumsi di tempat lain sejak kemarin atau makanan di suatu tempat yang kebetulan mereka konsumsi hingga memicu sakit perut dan diare,” ujarnya.
Imam menegaskan, apabila makanan MBG bermasalah maka jumlah korban diperkirakan lebih banyak karena makanan dikonsumsi oleh banyak siswa.
“Kalau makanan MBG kami bermasalah tidak hanya empat orang. Tapi keempatnya itu dibawa ke PKM sebelum mengkonsumsi MBG di sekolah,” tegasnya.
Ia juga meminta agar kronologi kejadian dikonfirmasi langsung kepada pihak sekolah.
“Silahkan tanyakan para guru dan Kepala SMAN 2 Wera untuk kronologisnya. Dan mereka juga tidak lama di PKM, setelah dzuhur mereka sudah kembali istirahat di rumahnya masing-masing,” tutup Imam.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Bima, Bagus, menyampaikan bahwa pihak SPPG telah membuat laporan khusus ke KPPG dan saat ini dapur tersebut disuspend sementara sambil menunggu hasil investigasi lapangan.
“Siap pak, untuk KA SPPG sudah membuat laporan khusus ke KPPG terkait di suspend sementara. Nanti masih menunggu tanggapan dari Dirtauwas berdasarkan kronologi kejadian,” ujar Bagus kepada Metromini Media, Jumat (8/5/2026).
Saat dikonfirmasi mengenai alasan suspend, Bagus menjelaskan bahwa mekanisme tersebut merupakan prosedur apabila penerima manfaat mengalami gangguan pencernaan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
“Iya pak, jika PM mengalami gangguan pencernaan dan dipastikan karena mengonsumsi MBG dari SPPG yang bersangkutan maka SPPG itu akan di suspend sementara, diberikan waktu investigasi di lapangan sampai hasil laboratorium keluar,” jelasnya.
Namun demikian, kronologi kejadian masih menjadi perhatian karena terdapat pernyataan dari Kepala Dapur SPPG Tawali 2 bahwa empat siswa telah dibawa ke Puskesmas sebelum menerima makanan MBG pada hari tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Wera, SMAN 2 Wera, dan pihak terkait lainnya masih dalam proses konfirmasi untuk memastikan kronologi pasti dugaan keracunan tersebut. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#MBG
#SPPGTawali2
#Wera
#SMAN2Wera
#KabupatenBima
#BGN
#PuskesmasWera




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.