Yusuf Bantah Kinerja Buruk, YBMMS Soroti Mekanisme Pemberhentian Relawan di SPPG Sadia II

Media Metromini 
Berani & Lugas

#KOTA BIMA – Polemik internal yang terjadi di lingkungan Dapur SPPG Sadia II Kecamatan Mpunda, Kota Bima terus bergulir. Kepala Dapur SPPG Sadia II, Yusuf akhirnya memberikan tanggapan terkait berbagai tudingan yang mencuat dalam pemberitaan dan laporan relawan.

Yusuf menyatakan dirinya tidak menandatangani surat perdamaian dalam proses mediasi yang sebelumnya dilakukan antara pihak relawan dan yayasan.

Meski demikian, ia menegaskan laporan kepolisian terkait dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan dapur tetap akan dilanjutkan sesuai proses hukum yang berlaku.

“Saya tidak menandatangani surat perdamaian itu dan laporan polisi tetap kami lanjutkan,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

Yusuf juga membantah penilaian yang menyebut kinerjanya buruk selama memimpin Dapur SPPG Sadia II. Menurutnya, berbagai pernyataan yang muncul merupakan pandangan dari pihak-pihak yang memang tidak menyukai dirinya.

“Kalau ada yang menilai kinerja saya buruk, itu pasti pihak-pihak yang pro dan kontra saja. Itu kan pernyataan orang-orang yang memang tidak suka terhadap saya,” tegas Yusuf.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Bina Masyarakat Mandiri Sejahtera (YBMMS), Azhari mengungkapkan bahwa proses pemberian sanksi terhadap tiga relawan yang dikeluarkan dari dapur dinilai tidak sesuai mekanisme pendisiplinan kerja.

Menurutnya, sebelum pemberhentian dilakukan seharusnya ada tahapan pembinaan maupun teguran secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku.

“Dalam mekanisme pendisiplinan karyawan itu seharusnya ada peringatan atau teguran pertama, kedua, sampai pernyataan tertulis. Ini justru langsung dipolisikan lalu langsung dikeluarkan,” ujar Azhari.

Ia juga mempertanyakan nasib tiga relawan yang telah dikeluarkan dari lingkungan dapur SPPG Sadia II tersebut.

Selain itu, Azhari menegaskan bahwa tidak seluruh relawan ikut menandatangani surat pernyataan terkait dugaan sikap Kepala Dapur.

“Memang benar tidak semua relawan menandatangani pernyataan itu. Ada sekitar 36 orang yang menandatangani, sementara sisanya ada yang merupakan keluarga, tetangga, maupun orang dekat kepala dapur,” jelasnya.

Polemik internal Dapur SPPG Sadia II sebelumnya menjadi sorotan setelah muncul laporan investigasi dan evaluasi yang dilayangkan YBMMS kepada Badan Gizi Nasional (BGN) RI terkait berbagai persoalan di lingkungan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Hingga kini, persoalan tersebut masih menjadi perhatian publik sembari menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait maupun hasil proses hukum yang sedang berjalan. (#RED/AI/Agus)

#BACA JUGA:

Dugaan Persoalan Internal SPPG Mpunda Sadia II Kota Bima Mencuat, YBMMS Layangkan Laporan ke BGN

#LINK:

https://www.facebook.com/share/p/18prbNQsKp/

📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #KotaBima #SPPGSadiaII #Mpunda #MBG #BGN #YBMMS #RelawanSPPG #DapurMBG #ProgramMBG #MakanBergiziGratis #BeritaBima #BimaHariIni #NTB #SorotanPublik #Investigasi #KonflikInternal #BeritaTerkini

Related

SPPG 7650126724031474910

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item