HIPMI Komentari Nasib Mitra dan Penerima Manfaat, Dapur SPPG Mande Diminta Segera Diberi Kepastian
#KOTA BIMA – Polemik belum beroperasinya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mande terus menuai komentar. Selain berdampak terhadap mitra pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghentian sementara operasional dapur tersebut juga disebut berdampak langsung terhadap para penerima manfaat.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bima, Fadli menilai ketidakjelasan status operasional dapur MBG membuat para mitra dan UMKM pendukung mengalami kerugian. Mulai dari distribusi bahan, aktivitas usaha harian hingga investasi yang telah dikeluarkan demi mendukung program nasional tersebut.
“HIPMI menilai terhentinya aktivitas dapur MBG berdampak langsung terhadap para mitra pelaksana di lapangan. Ketidakjelasan operasional membuat pengusaha lokal serta UMKM pendukung program mengalami kerugian,” demikian pandangan Fadli yang diterima #Metromini Media, dalam siaran persnya, Kamis (7/5/2026).
Tak hanya itu, HIPMI juga mengomentari dampak penghentian operasional terhadap para penerima manfaat kategori B3 yang disebut belum sepenuhnya tercover oleh dapur lain.
“Ada keluhan penerima B3 yang belum segera tercover dapur lain. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” lanjut Fahmi.
Di sisi lain, pihak mitra dapur disebut telah memenuhi syarat terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Karena itu, kondisi tersebut dinilai layak menjadi pertimbangan sebagaimana dapur-dapur lain yang sebelumnya sempat disuspend namun kembali diizinkan beroperasi setelah memenuhi syarat dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sementara pihak mitra juga sudah memenuhi syarat IPAL. Ini perlu menjadi pertimbangan yang sama seperti dapur lain yang sempat disuspend lalu dibuka kembali setelah syarat terpenuhi,” ujarnya.
HIPMI menilai keberadaan para mitra dalam program MBG sejatinya membantu pemerintah pusat dan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan target pembentukan 30 ribu dapur MBG di Indonesia.
Menurutnya, banyak masyarakat dan pengusaha lokal yang rela menginvestasikan dana pribadi demi mendukung program tersebut, bahkan sampai menjaminkan aset pribadi.
“Banyak masyarakat yang percaya pada program MBG rela menginvestasikan uang pribadinya, bahkan ada yang menjaminkan harta bendanya demi mendukung program Presiden Prabowo,” ungkap Fadli kepada #Metromini Media.
Di tengah proses pemenuhan standar dan syarat dari BGN, para mitra disebut telah mengeluarkan biaya besar untuk melakukan pembenahan dapur agar sesuai ketentuan.
“Ketika mitra berupaya memenuhi seluruh syarat dari BGN, di situlah anggaran pribadi mereka cukup terkuras,” lanjutnya.
Karena itu, HIPMI meminta adanya kebijaksanaan dan keterbukaan dari seluruh pihak terkait agar persoalan MBG di Kota Bima dapat dicarikan solusi terbaik tanpa merugikan mitra maupun masyarakat penerima manfaat.
“Dibutuhkan kebijaksanaan dan keterbukaan dalam menyelesaikan persoalan MBG ini, supaya para mitra di Kota Bima tetap memiliki kepastian untuk berinvestasi dan mendukung program pemerintah," terangnya.
"Selama syarat dari BGN sudah dipenuhi, maka dapur seharusnya bisa kembali dioperasikan,” tutupnya.
Sementara itu, pantauan #Metromini Media di dapur SPPG Mande pada Kamis (7/5/2026) menunjukkan kondisi lokasi masih sepi aktivitas. Pagar dapur tertutup dan tidak terlihat adanya kegiatan pengolahan maupun distribusi MBG.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Badan Gizi Nasional maupun pengelola dapur SPPG Mande belum memberikan keterangan resmi terkait kepastian operasional dapur tersebut. (#RED/AI/Aghil)
#BACA SEBELUMNYA:
Status Dapur SPPG Mande “Hidup Segan Mati Tak Mau”, Aktivitas MBG Masih Lumpuh
#LINK:
https://www.facebook.com/share/p/1YGQZpmpa9/
📷: Dok. Metromini Media/AI
#HIPMI
#SPPGMande
#MBG
#MakanBergiziGratis
#BGN
#KotaBima
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#KomentarPublik
#UMKMBima
#PenerimaManfaat
#ProgramPrabowo
#DapurMBG
#BimaTerkini
#BeritaBima
#NTB
#BimaHariIni




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.