Pemain Sasili FC Diduga Cekik Dan Serang Wasit, Keluarga Korban Desak Pelaku Ditangkap dan Walikota Bima Cup 2026 Dihentikan Sementara
https://www.metrominimedia.com/2026/05/pemain-sasili-fc-diduga-cekik-dan.html
MetrominiMedia.com
Berani & Lugas
#KOTA BIMA — Insiden dugaan penganiayaan terhadap seorang wasit mewarnai jalannya Turnamen Sepak Bola Walikota Bima Cup 2026. Peristiwa tersebut terjadi saat menit-menit terakhir babak kedua pertandingan antara Sasili FC melawan Persid UNBIM di Lapangan Teratai Mako Brimob Batalyon C Pelopor, di Kelurahan Sambinae, Kota Bima, Jumat sore (29/5/2026).
Korban diketahui bernama M. Nur, S.Pd, yang bertugas sebagai wasit dalam pertandingan tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga korban, insiden bermula setelah sejumlah pemain diduga tidak menerima keputusan wasit dalam pertandingan yang berlangsung sengit itu.
Adik korban, Al Faruq, kepada Media Metromini menyampaikan bahwa tindakan yang terjadi bukan lagi sekadar bentuk protes terhadap keputusan pertandingan, melainkan sudah mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan.
“Kami menilai tindakan yang dilakukan terhadap wasit bukan lagi pelanggaran disiplin olahraga. Wasit diduga diserang dan dicekik saat menjalankan tugasnya. Ini sudah masuk ranah pidana dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Al Faruq, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, keluarga korban mendesak aparat penegak hukum segera mengidentifikasi dan menangkap pihak yang diduga menjadi pelaku utama dalam insiden tersebut.
“Kami meminta pelaku segera diamankan dan diproses hukum. Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan kekerasan dalam dunia olahraga. Siapa pun yang melakukan penganiayaan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.
Selain mendesak penegakan hukum, pihak keluarga juga menyoroti aspek keamanan penyelenggaraan turnamen. Mereka menilai kejadian tersebut sangat disayangkan karena berlangsung di area Mako Brimob yang seharusnya menjadi lokasi dengan pengamanan ketat.
“Peristiwa ini terjadi di lingkungan Mako Brimob yang semestinya aman. Karena itu kami berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Al Faruq.
Dalam pernyataan sikapnya, keluarga korban juga meminta agar pelaksanaan Turnamen Walikota Bima Cup 2026 dihentikan sementara sampai proses hukum berjalan dan jaminan keamanan bagi wasit, petugas pertandingan, serta seluruh peserta benar-benar dipastikan.
“Turnamen sebaiknya dihentikan sementara sampai pelaku ditangkap dan keamanan seluruh perangkat pertandingan dijamin. Jangan sampai ada korban berikutnya akibat tindakan anarkis di lapangan,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari panitia pelaksana turnamen, pihak Sasili FC, maupun aparat keamanan terkait kronologi lengkap dan langkah hukum yang akan ditempuh atas insiden tersebut.
Pihak Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut guna menjaga keberimbangan informasi ini. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #WalikotaBimaCup2026 #KotaBima #SepakBolaBima #PenganiayaanWasit #MNur #SasiliFC #PersidUNBIM #BeritaBima #NTBNews



Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.