Tan Malaka dan “Logika Mistika”: Ketika Kemiskinan Bukan Lagi Soal Nasib

MetrominiMedia.com
Berani & Lugas

#RAGAM - Pemikiran revolusioner Tan Malaka kembali ramai diperbincangkan publik setelah kutipan dari buku Madilog beredar luas di media sosial. Dalam kutipan tersebut, Tan Malaka menegaskan bahwa kemiskinan rakyat Indonesia bukan semata-mata karena nasib, melainkan karena cara berpikir yang diwariskan turun-temurun.

“Bukan nasib yang bikin rakyat Indonesia miskin, tapi cara berpikirnya,” demikian kutipan yang ramai dibagikan warganet, Selasa, 26 Mei 2026.

Dalam karya monumentalnya Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika), Tan Malaka mengkritik keras pola pikir masyarakat yang terlalu bergantung pada mistika, takhayul, dan sikap pasrah terhadap keadaan. Ia menyebut kondisi itu sebagai “logika mistika”, yakni cara berpikir yang menyerahkan persoalan hidup kepada kekuatan gaib, bukan kepada akal, ilmu pengetahuan, dan tindakan nyata.

Menurut Tan Malaka, penjajahan tidak hanya merampas sumber daya bangsa, tetapi juga membentuk mental rakyat agar terbiasa tunduk dan menerima kemiskinan sebagai takdir. Akibatnya, pola pikir tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi bahkan setelah Indonesia merdeka.

Dalam Madilog, Tan Malaka menjelaskan bahwa kemajuan manusia hanya dapat dicapai melalui proses berpikir logis, filsafat, dan ilmu pengetahuan. Ia menilai masyarakat tidak akan mengalami perubahan jika masih terjebak pada pola pikir mistik dan anti-kritis.

Kritik tajam juga diarahkan kepada sistem pendidikan yang dinilai lebih mendorong hafalan dibanding kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, pendidikan semestinya melatih masyarakat untuk bertanya, menyelidiki, dan memahami sebab-akibat dari setiap persoalan sosial.

“Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk,” menjadi salah satu filosofi terkenal Tan Malaka yang menegaskan bahwa kemajuan lahir dari benturan gagasan, pengalaman, dan perjuangan panjang.

Hingga kini, pemikiran Tan Malaka masih relevan di tengah maraknya hoaks, budaya instan, serta kecenderungan masyarakat mempercayai mitos dibanding data dan riset ilmiah. Banyak pihak menilai pesan dalam Madilog menjadi pengingat bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya soal bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dalam berpikir. (#RED/AI/Mawardy)

#SUMBER: Buku Madilog karya Tan Malaka, berbagai literatur sejarah dan filsafat Indonesia.

📷: Dok. Metromini Media/AI

#TanMalaka
#Madilog
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#LogikaMistika
#PemikiranKritis
#LiterasiBangsa
#FilsafatIndonesia
#KemerdekaanBerpikir
#IndonesiaMaju
#AntiHoaks
#PendidikanKritis
#SejarahIndonesia
#RakyatBerpikir
#PerlawananPikiran

Related

Sejarah 7092856054690323010

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item