Sumur Warga Diduga Tercemar Minyak Pertamina, Warga Minta Pemkot Bima Turun ke Wadumbolo
![]() |
| Ibu Nurlailah, warga Lingkungan Wadumbolo yang mengeluhkan sumur di Lingkungannya diduga tercemar minyak Pertamina. Metromini/Dok |
KOTA BIMA - Seorang Ibu Rumah Tangga, Nurlailah mengeluhkan pencemaran sumber air bersih di tempat tinggalnya di Lingkungan Wadu Mbolo, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Menurutnya, pencemaran pada sumur di runah warga yang hidup di samping depot Pertamina Buna sudah sejak lama. Ia menduga pencemaran air diakibatkan dari rembesan minyak yang ada di kilang Pertamina.
Ia meminta, sumur-sumur yang ada di Lingkungan Wadumbolo untuk ditinjau langsung oleh Pemerintah Kota Bima yang dalam hal ini tugas Dinas Lingkungan Hidup.
"Kami minta Pemerintah turun melihat langsung keadaan sumur di Wadumbolo. Keadaan pencemaran yang berasal dari minyak pertamina sangat parah keadaannya," ungkap Nurlailah, Selasa, 13 Januari 2026.
Ia menilai, selama ini keadaan masyarakat di Wadumbolo jarang ditengok oleh pemerintah mukai dari Pemerintah Kelurahan hingga Dinas terkait.
Kata dia, ada yang bilang bukan minyak milik Pertamina yang mencemari sumur di Wadumbolo. Tapi, kenapa ada warga yang mengambil minyak di sumur untuk digunakan bahkan ada yang menjualnya.
"Ada yang bilang bukan minyak pertamina yang mencemari sumur warga. Tapi, warga dengan menggunakan jirigen banyak yang mengambil dari sumur di Wadumbolo minyak jenis pertalite dan solar yang kemudian dijual," tulis Nurlailah dalam curhatqn di kolom komentar Facebook.
Sementara itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima dan Pertamina Bima masih dikonfirmasi terkait keluhan warga ini. (RED)




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.