Klaim PPK Proyek SPAM Rp1,9 M di Dara 100% Dikerjakan, Faktanya Banyak Warga Kecewa

 
Proyek Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan untuk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, dengan nilai kontrak Rp1.953.166.641 dikerjakan CV. Arzaf Gaya Gemilang TA 2025. METROMINI/DOK

KOTA BIMA - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima mengklaim telah menuntaskan sejumlah proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun 2025 dengan total nilai kontrak mencapai sekitar Rp10 miliar.

Salah satu proyek Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan untuk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, dengan nilai kontrak Rp1.953.166.641 yang dikerjakan CV. Arzaf Gaya Gemilang.

Dilansir dari Media Gardaasakota.com. PPK Proyek SPAM, Ir. Faqih Ashri, ST., M.URP menyatakan proyek SPAM untuk Kelurahan Dara telah menghasilkan debit air sekitar 7 liter per detik dari titik pengeboran di lingkungan Kantor Perkim Kota Bima. 

Kata Faqih, air tersebut diklaim telah dialirkan melalui jaringan pipa distribusi yang melintasi Kelurahan Sadia dan Manggemaci hingga ke bak penampung di kawasan Danatraha, Kelurahan Dara.

Meski demikian, ia mengakui masih terjadi beberapa kebocoran pipa yang saat ini sedang diperbaiki dalam masa pemeliharaan hingga Juni 2026. 

Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan bak penampung tidak termasuk dalam kontrak proyek SPAM, melainkan dibiayai dari anggaran Dana Alokasi Umum (DAU).

Setelah dilakukan pengecekan di Lapangan. Klaim PPK terkait rampungnya proyek tersebut mulai dipertanyakan warga. Hasil penelusuran di lapangan menemukan sejumlah fakta yang bertolak belakang dengan pernyataan PPK

Saat awak media melakukan penelusuran. Klaim tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang dirasakan warga Kelurahan Dara, khususnya di RT 04. 

Seoranh waraga RT. 04, Siti Halimah, mengungkapkan meski meteran air sudah terpasang, hingga kini air tidak pernah mengalir.

“Ini meteran baru, tapi airnya tifak pernah keluar sama sekali. Meterannya juga belum dicor. Di RT sayabmasih banyak meteran yang belum dicor, bahkan masih banyak rumah yang belum dipasang meterannya,” ungkap Halimah, Jum’at, 17 Januari 2026.

Senada dengan Halimah. Seorang Ibu Rumah bernama Ramlah mengaku telah lama mendaftar sebagai calon pelanggan. Bahkan petugas sudah dua kali datang melakukan pendataan dan dokumentasi.

“Saya sudah lama daftar, petugas sudah dua kali datang ambil foto, tapi sampai sekarang meteran belum terpasang. Padahal di RT 4 bagian timur sudah terpasang, RT 7 dan RT 8 juga sudah. Kenapa di bagian sini tidak dipasang sama sekali?” ujar warga RT.04 itu.

Pantauan awak media. Di Kelurahan Dara masih ditemukan sejumlah pekerjaan yang diduga belum diselesaikan dengan baik dan kualitasnya kesannya dikerjakan asal-asalan. 

Seperti, instalasi pipa dari gang ke rumah warga tidak rapi dan tidak standar, sebagian hanya ditanam dangkal tanpa perlindungan memadai.

Warga sebut saja Fulan kecewa dengan kualitas pekerjaan SPAM di Kelurahan Dara. Kata dia, ada pekerjaan di satu lubang galian digunakan untuk dua sambungan pipa ke rumah yang berbeda. Cara kontraktor menimbulkan pertanyaan terkait kualitas proyek ini.

Ia meminta kejelasan kepada Dinas PUPR Kota Bima tidak sekadar mengklaim penyelesaian proyek di atas kertas, sementara manfaatnya belum dirasakan di lapangan. 

"Kami meminta PPK dan Dinas PUPR Kota Bima turun langsung memastikan seluruh infrastruktur benar-benar terpasang, berfungsi, dan air bersih benar-benar mengalir ke rumah warga," tandas warga yang enggan disebutkan namanya itu.

Jika proyek telah memasuki masa pemeliharaan, kata dia, seharusnya tidak lagi ada pekerjaan mendasar seperti pemasangan meteran, perbaikan instalasi rumah, atau penyelesaian jaringan distribusi utama.

Terkait berita ini. Kepala Dinas PUPR Kota Bima dan PPK masih dikonfirmasi lebih lanjut. (RED)

Related

Politik dan Hukum 7942373494589265705

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item