Krisis Air Bersih Sudah Setahun di Melayu dan 5 Bulan di Tanjung
https://www.metrominimedia.com/2026/01/krisis-air-bersih-sudah-setahun-di.html
![]() |
| Warga di Kelurahan Tanjung yang mencoba gali sumur akibat kekurangan air bersih. (METROMINI/Dok) |
KOTA BIMA - Keluhan air bersih dirasakan warga di Kelurahan Tanjung dan Melayu. Keadaan krisis air sudah berlangsung lama. Jika di Tanjung kurang lebih air macet selama lima bulan. Sementara di Kelurahan Melayu bagian pesisir sudah setahun lamanya.
Warga Tanjung, Ayat mengungkapkan, warga Kelurahan Tanjung sudah hampir lima bulan mengalami kekeringan. Terutama warga di sebelah barat SMKN 1 Kota Bima dan di sebelah barat mesjid Tanjung.
"Ada juga di depan toko monica. Dan yang menyedihkan warga tanjung di bagian utara atau samping barat SMKN 1 Kota Bima. Ada lima bulan warga Tanjung beli air bersih," jelas Ayat, Rabu, 28 Januari 2026.
Warga Tanjung lainnya, Aharis mengaku, akibat kekurangan air bersih. Ia bersama warga lainnya secara swadaya mencoba untuk menggali sumur. Diakuinya, warga Tanjung sudah lama membeli air bersih.
"Kita coba gali sumur. Mungkin saja berhasil. Karena kami selama ini terpaksa harus membeli air. Kalau Rp50 ribu bisa belasan hari," ungkapnya.
Sementara itu, warga di Kelurahan Melayu, Eni fitriani mengaku sudah sangat lama sekali masyarakat di bagian Melayu pesisir mengalami kelangkaan air bersih
Kata dia, dulu waktu di zaman PJ. Walikota air PDAM yang menjadi langganan warga di Melayu pesisir tetap mengalir dengan iuran Rp50 ribu se bulan.
Diakuinya, warga yang terdampak krisis air letaknya di deretan timur arah jalan menuju Ule. Dan masalah air ini disebabkan karena adanya pengerjaan proyek untuk kebutuhan air warga di Melayu Barat.
"Saat proyek itu masuk. Aliran air dari pipa yang menuju pemukiman kami. Kata petugas PDAM sudah tersumbat. Keadaan ini sudah lama sekali. Hampir setahun lebih keadaan kami mengalami kekurangan air bersih," jelasnya, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia berharap, saat kepemimpinan Pejabat dulu. Saat warga mengalami kekeringan langsung merespon keluhan warga.
"Dulu Aji Rum awal memimpin. Kami mengalami masalah seperti inu. Dan oleh Pj Langsung memikirkan solusinya," ungkapnya.
Sementara itu, Dinas PUPR Kota Bima dan dinas terkait lainnya masih dikonfirmasi lebih lanjut. (RED)




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.