PDAM Bima Ungkap Masalah Krisis Air Bersih, Kabid Cipta Karya Janji Selesai Tahun ini
https://www.metrominimedia.com/2026/01/pdam-bima-ungkap-masalah-krisis-air.html
![]() |
| Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Bima, Edi Salahudin (atas) dan kondisi warga di Kelurahan Tanjung yang mengalami krisis air bersih. (METROMINI/Dok) |
TA BIMA - Keluhan warga di Tanjung dan Melayu soal krisis air bersih yang menjadi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik Pemerintah Kabupaten Bima. Ditanggapi oleh Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Bima, Edi Salahudin.
Edi menjelaskan, saat ini kondisi di PDAM Bima sedang terjadi kekosongan kepemimpinan. Karena Kepala PDAM Bima sudah mengajukan surat pengunduran diri ke Bupati Bima.
"Suratnya sudah diajukan ke Bupati Bima, tapi belum ada keputusan," kata Edi.
Untuk soal air bersih. Ia menjelaskan, dalam pengelolaan air bersih bagi masyarakat Kota Bima sudah ada dua pengelola. Pertama PDAM Bima yang masih menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bima dan yang kedua ada UPTD Air Bersih di bawah Dinas PUPR Kota Bima.
"Saat ini untuk pengelolaan air bersih oleh PDAM hanya di wilayah-wilayah tertentu. Dan yang bermasalah ada di Lingkungan Sarata (Paruga) dan di Kelurahan Tanjung," ungkap Edi yang bertandang ke Redaksi Metrominimedia.com, Jum’at (30/1/2026)
Ia menjelaskan, masalah air bersih di Sarata dan di Tanjung bagian barat dan selatan SMKN 1 Kota Bima. Karena ada masalah intake di bagian hulu yang ada di Kelurahan Nungga.
Ia menjelaskan, intake ini adalah tempat pengambilan air baku. Di setiap musim hujan dan terjadi banjir selalu mengalami kerusakan.
"Sudah kami minta selama 10 tahun ke Pemkab Bima. Namun tak pernah ditanggapi. Akhirnya, setiap musim hujan selalu mengalami kerusakan karena banjir," bebernya.
Sementara itu, ia melanjutkan, untuk wilayah di Melayu pesisir. Karena intake di Nungga selalu mengalami masalah. Sumber air dialihkan dari pompa atau sumur Bor di Jatiwangi Barat, hasil proyek SPAM tahun 2022.
Diakuinya, pompa di Jatiwangi barat sempat diserahkan ke PDAM Bima untuk dikelola. Namun, akibat tak ada kemampuan untuk pembelian token. Akhirnya diambil alih kembali oleh Pemkot Bima dan saat ini dikelola oleh UPTD Air bersih.
Kata dia, pompa di Jatiwangi Barat saat ini belum mampu untuk mendistribusikan air secara maksimal hingga ke warga di Kelurahan Melayu.
"Distribusi air masih belum maksimal dari pompa Jatibaru barat bagi kebutuhan warga di Melayu pesisir," ujar Edi.
Kabarnya, untuk kegiatan SPAM melalui DAK Tahun 2026 akan dilakukan pekerjaan sumur bor di Jatiwangi Barat dan Jatiwangi Timur.
"Mudah-mudahan proyek SPAM tahun anggaran 2026 di Dinas PUPR Kota Bima. Distribusi air akan sampai ke pemukiman warga di Melayu pesisir yang sudah lebih dari setahun mengalami krisis air bersih," jelasnya.
Ia mengaku, program air bersih yang dilakukan oleh Pemkot Bima secara bertahap. Saat ini sudah mencapai menuju 70%.
"Untuk jaringan sebenarnya sudah mencukupi. Tinggal benahi semua jaringan yang ada. Dan yang terpenting bagaiman dua Pemerintah di Bima untuk membahas pengalihan aset PDAM Bima agar diserahkan pengelolaannya di bawah Pemkot Bima. Mengingat semua pelanggannya adalah warga Kota Bima," pungkasnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bima, Fahruraji, ST mengaku kalau Pompa di Jatiwangi Barat memang sudah menjadi tanggung jawab UPTD Air Bersih di bawah Bidang Cipta Karya.
Tapi, kata dia, penyaluran airnya masih diambil alih oleh PDAM. Dari pengakuan Kepala UPTD Pompa Jatiwangi keadaan distribusi air aman dan beroperasi.
"Pompa Jatiwangi keadaan distribusi air aman dan beroperasi. Namun belum mampu melayani sampai ke Kelurahan Melayu di bagian pesisir," jelas Fahrurazi, Jum’at (30/1/2026).
Kata dia, pihaknya akan mengusahakan perbaikan jaringan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di Melayu dan warga pelanggan PDAM agar dapat diselesaikan tahun 2026.
"InsyaAllah..kami usahakan tahun ini keluhan warga di beberapa keluhan soal air besih dapat tertangani dengan baik," janjinya
"Kami pun tetap berkolaborasi dengan pihak PDAM untuk penanganan intake di Kelurahan Nungga," tutup Kabid Cipta Karya. (RED)




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.