Ricuh di Bus, Berakhir Damai: Ini Pesan Tegas untuk Perantau
![]() |
Ricuh di Bus, Berakhir Damai: Ini Pesan Tegas untuk Perantau.
#KABUPATEN DOMPU – Dari komentar warganet di media sosial. Insiden ketegangan terjadi di dalam sebuah bus menjadi perhatian setelah diduga dipicu oleh sekelompok penumpang yang mengonsumsi minuman keras dan mengganggu kenyamanan penumpang lain.
Upaya peneguran oleh seorang anggota Brimob tidak diindahkan, bahkan situasi sempat memanas karena adanya perlawanan.
Ketegangan meningkat hingga terjadi penghadangan bus oleh pihak keluarga anggota yang mengetahui kejadian tersebut.
Namun, konflik tidak berlanjut. Pendekatan persuasif dan sikap saling menahan diri membuat situasi akhirnya dapat dikendalikan.
Kasat Intel Polres Dompu yang juga pemilik akun Facebook #Pian Bharaduta Wicaksanae menyampaikan pesan penting terkait kejadian ini.
Ia menekankan pentingnya menjaga sikap selama merantau.
“Semoga menjadi pelajaran bagi kalian semua adik-adikku tetangga dari NTT yang datang merantau. Dimanapun kalian berada tetap menjaga nama baik kalian dan asalnya karena pada dasarnya kita semua adalah satu. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," tulis Pian, Selasa, 24 Maret 2026.
"Bersyukur teman-teman anggota Brimob merasa prihatin dan sebagai sesama manusia sudah sewajarnya saling memahami hingga bisa saling memaafkan," sambung dia.
Ia menegaskan l,kehidupan di tanah rantau menuntut tanggung jawab moral, tidak hanya terhadap diri sendiri tetapi juga terhadap nama baik daerah asal.
Menurutnya, insiden ini menjadi pengingat keras bahwa tindakan kecil dapat memicu konflik besar.
"Dan penyelesaian damai menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan masih menjadi fondasi utama," tandasnya.
"Adab adalah kunci untuk kita bisa diterima di mana pun berada. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," tutup Alumni SMAN 1 Kota Bima Angkatan Tahun 2003 itu.
#Suara Perantau Lainnya.
Di tengah sorotan tersebut, muncul suara penyeimbang dari kalangan perantau sendiri.
Azhar Syaputra, warga asal Sumba yang telah 7 tahun merantau dan bekerja di Dompu, NTB, menegaskan bahwa hubungan harmonis antara perantau dan warga lokal sangat bergantung pada sikap individu.
“Kami juga orang Sumba, sudah 7 tahun kerja di Dompu. Kami aman-aman saja dengan warga sekitar maupun orang Dompu pada umumnya. Kalau kita jaga adab dan sopan santun dengan orang lain, pasti orang lain segan juga dengan kita,” ujarnya.(#RED/AI/Agus)
📷 Dok. Media Metromini/AI
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#Dompu
#NTT
#Perantau
#Brimob
#JagaSikap




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.