Badrul Munir Angkat Bicara: "Infrastruktur Jembatan dan Jalan Provinsi di Pulau Sumbawa Darurat Perbaikan"
![]() |
| Badrul Munir Angkat Bicara: "Infrastruktur Jembatan dan Jalan Provinsi di Pulau Sumbawa Darurat Perbaikan" |
#KABUPATEN SUMBAWA — Polemik kerusakan jembatan di wilayah Waworada, Kabupaten Bima terus menuai perhatian. Kali ini, sorotan datang dari mantan Wakil Gubernur NTB, Badrul Munir, yang menyampaikan keprihatinannya melalui grup WhatsApp Suara Rakyat NTB, Selasa, 24 Maret 2026.
Dalam tanggapannya, Badrul Munir menegaskan bahwa persoalan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung antarwilayah, tidak boleh dianggap sepele.
Ia menilai kondisi jembatan yang rusak telah berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari akses ekonomi hingga mobilitas warga.
“Kalau jembatan sebagai penghubung utama saja tidak bisa difungsikan dengan baik, maka aktivitas masyarakat pasti lumpuh. Ini bukan lagi persoalan kecil, tapi sudah menyangkut hajat hidup orang banyak,” tulis wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2008–2013 yang mendampingi TGH. Muhammad Zainul Majdi lalu ke Media Metromini, malam ini.
Ia juga mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan akan memperparah dampak sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.
Menurutnya, pemerintah harus segera turun tangan dengan langkah konkret, bukan sekadar menunggu situasi memburuk.
Sebagai figur yang memiliki basis pendidikan di bidang infrastruktur serta pengalaman mumpuni dalam pembangunan jalan dan jembatan saat bertugas di PU Provinsi NTB, pandangan Badrul Munir dinilai memiliki dasar teknis yang kuat dan relevan terhadap kondisi yang terjadi saat ini.
Aksi protes warga yang sebelumnya memblokade jalan menjadi bukti nyata akumulasi kekecewaan masyarakat. Warga menilai pemerintah lamban dalam merespons kerusakan jembatan yang telah berlangsung cukup lama.
#Kritik Jalan Provinsi di Pulau Sumbawa Menguat
Tak hanya jembatan Waworada, kritik juga mengarah pada kondisi jalan provinsi di Pulau Sumbawa yang dinilai banyak mengalami kerusakan.
Ruas-ruas strategis yang menghubungkan antar kabupaten dilaporkan berlubang, rusak berat, hingga membahayakan pengguna jalan.
Keadaan ini pun akhir-akhir ini menjadi konten yang cukup viral yang diunggah para konten kreator tentang banyaknya kondisi jalan provinsi yang rusak seperti di Kabupaten Bima.
Terkait hal tersebut, keadaan ini memperlihatkan lemahnya perhatian terhadap infrastruktur dasar di wilayah Sumbawa.
Padahal, jalan provinsi merupakan tulang punggung distribusi logistik, konektivitas ekonomi, serta akses layanan publik.
Tokoh asal Pulau Sumbawa itu menegaskan bahwa jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius dan sistematis, maka dampaknya akan meluas ke berbagai sektor pembangunan.
“Kalau jalan provinsi dibiarkan rusak, maka bukan hanya transportasi yang terganggu. Ekonomi akan melambat, biaya logistik meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdampak,” tegas pria Pria kelahiran 11 Agustus 1954 itu.
Desakan publik kini semakin kuat agar pemerintah provinsi tidak lagi mengabaikan persoalan infrastruktur di Pulau Sumbawa.
Masyarakat menuntut langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan — bukan sekadar janji yang berulang.
Jika tidak segera dibenahi, kondisi ini berpotensi memperdalam ketimpangan pembangunan antarwilayah di NTB dan memicu ketidakpuasan sosial yang lebih luas. (#RED/AI/Agus)
📷 Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#Waworada
#KabupatenBima
#NTB
#PulauSumbawa
#JembatanRusak
#DaruratInfrastruktur
#JalanProvinsi
#AksiWarga
#SuaraRakyatNTB
#BadrulMunir
#KrisisInfrastruktur
#PerbaikiJalan
#InfrastrukturNTB




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.