Kadishub Tegaskan Dua Lampu di Vila Walikota di Temba Kolo Bukan Bagian Pengadaan Tahun Lalu
https://www.metrominimedia.com/2026/02/kadishub-tegaskan-dua-lampu-di-vila.html
![]() |
| Is Fahmi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima dan kondisi lampu solar cell yang terpasang di jalan temba Kolo depan vila Walikota Bima. (METROMINI/Dok) |
KOTA BIMA - Sorotan warga yang menduga dua lampu yang ada di Vila Walikota Bima di Lingkungan Temba Kolo, Kelurahan Kolo sebagaimana yang diberitan sebelumnya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bima Is Fahmi menepis hal tersebut.
Fahmi menjelaskan, dari 150 titik yang dipasang tersebar di Kota Bima dengan anggaran Rp4,6 miliar di tahun 2025 lalu. 7 titik untuk wilayah Kelurahan Kolo. Semua terpasang di Jalan Temba Kolo.
"7 titik itu dipasang mulai dari cabang dan sepanjang jalan temba Kolo. Jaraknya masing-masing200 meter," ungkap Fahmi di ruang kerjanya, Senin, 2 Februari 2026.
Kata dia, informasi yang menyebutkan dua lampu di vila Walikota adalah bagian dari pengadaan tahun lalu itu tidak benar. Demikian pula informasi soal sisa aset tiang lampu di eks kediaman Pejabat Walikota yang dipasang di vila itu juga tidaj benar.
"Lampu yang di video oleh orang itu lampu yang dipasang sendiri. Bukan sisa aset, bukan juga dari hasil pengadaan tahun lalu," tuturnya.
"Tidak ada dua tiang lampu dari eks kediaman mantan pejabat Walikota yang yang dipasang di vila. Lampu di vila itu dipasang pribadi oleh orang. Ini ngak ada kaitannya, nanti saya suruh cek Tim PJU," sambungnya.
Ia menegaskan, 7 titik lampu semua ada di jalan temba Kolo. Mungkin yang dimaksud dalam video itu lampu yang ada di pinggir jalan yang ada di depan vila.
"Yang pasti pemasangan lampu di jalan raya Temba Kolo bukan karena ada vila Walikota. Dan soal lampu yang terpasang di sana tidak ada dalam vila," tegasnya.
Kata dia, ditempatkannya lampu di depan vila. Karena kondisi cabang dengan kondisi kemiringan tidak bisa dijadikan titik pemasangan. Makanya, dipasang di depan vila.
"Di Temba Kolo kebutuhan lampu sangat penting karena gelap sekali di sana. Kondisinya sama dengan pemasangan lampu di tanjakan Jatiw3angi. Tujuan kami untuk memancing agar ada kehidupan di wilayah itu," paparnya
Ia mengungkapkan, pemasangan lampu pernah dilakukan baik oleh Pemerintah Provinsi NTB maupun di era mantan Walikota Bima H. Lutfi.
"Kondisi lampu solar cell di jalan Melayu Kolo yang dipasang provinsi semua sudah hilang, entah kemana lampu-lampu itu. Tapi di kepemimpinan sebelumnya (Walikota H. Lutfi) pernah di pasang 150 titik di sepanjang Melayu Kolo dengan menggunakan lampu jaringan kabel," jelasnya.
Ia berharap, 150 titik lampu solar cell yang terpasang di tahun 2025 dengan anggaran Rp4,6 miliar, agar dapat dijaga bersama. Karena harganya juga cukup mahal dan kualitas lampunya cukup baik.
"Harga lampu per titiknya sekitar Rp31 juta. Kita harap 150 titik lampu yang sudah dipasang yang tersebar di setiap kelurahan se Kota Bima. Dapat dijaga bersama untuk keindahan dan keamanan kota kita tercinta," tutup Fahmi. (RED)




Jangan lupa & jangan di abaikan bahwa jalan mulai dari Kel Matakando menuju lingkungan ndano na'e Kel ntobo sangat perlu di pasangkan lampu jalan karena sepanjang jalan itu ada kehidupan tapijalanya gelap gulita.. 🙏
BalasHapus