Ini Alasan Direktur Soal Terbengkalainya Lantai III Gedung Pelayanan VIP Senilai Rp8,3 M di RSUD Bima
![]() |
| Gedung ruang rawat lanjutan (VIP), kondisi lantai III terbelengkalai. (METROMINI/Dok) |
KOTA BIMA - Sorotan pemerhati dibalik proyek bangunan rawat inap lanjutan VIP di RSUD Bima yang diindikasi gagalnya perencanaan karena kondisi lantai III tak difungsikan sejak tahun 2024 hingga sekarang.
BACA JUGA: LSM YPS Nilai Proyek Rp8,3 M di TA 2024 di RSUD Bima Diduga Gagal Perencanaan
Menanggapi sorotan tersebut, Direktur BLUD RSUD Bima, drg. Ihsan di ruang kerjanya, Kamis, 5 Februari 2026 menjelaskan kepada Metrominimedia.com yang bertandang ke kantornya.
Ihsan mengaku, awal pembangunan rehabilitasi lantai 3 di RSUD Kota Bima dimulainya sejak beberapa tahun yang lalu. Dan pekerjaan pembangunan gedung bersumber dari anggaran yang ada di BLUD.
"Karena punya uang terbatas dari pendapatan BLUD. Pembangunan untuk tangga darurat dilakukan secara bertahap," ujar Ihsan yang sudah 12 tahun menjadi Direktur di RSUD Bima.
Dia melanjutkan, untuk di RSUD Bima jangan tanyakan pendapatannya. Tanyakan operasionalnya?
"Sekarang saya tanya. Saat datang warga yang tak mampu membayar. Bukan hanya warga kabupaten bima termasuk juga warga kota bima. Dalam kasus pembacokan atau perang antar kampung misalnya. Apakah mereka ditanggung BPJS?," kilahnya.
Ditegaskannya, pembangunan tangga darurat itu bertahap. Dulu juga seperti itu saat pembangunan awal ruang IGD. Setelah 4 tahun kemudian baru bisa dilanjutkan dari satu lantai menjadi 3 lantai.
"Ada uang Rp4 miliar Kamu? jangan tanya keuntungan. Tanyakan operasionalnya. Dan keuntungan BLUD tidak bisa dibuka," ujar dia.
Intinya, kata Ihsan, belum difungsikan karena pembangunan bertahap. Diakuinya, sebenarnya ada lift di tiap lantai bangunan rawat inap VIP yang disorot itu.
"Memang belum difungsikan yang dilantai III. Yang dipakai itu di lantai I dan Lantai II," tandasnya.
Lanjut dia, pernah sempat dianggarkan pembangunan tangga darurat itu. Namun keuntungan BLUD tidak mencukupi.
"Kemarin ada anggaran Rp2 miliar di DBHCT tapi dicoret kembali. Hitungannya tiga lantai dan kebutuhan anggarannya dari perhitungan konsultan Rp4 miliar untuk menyelesaikan pekerjaan tangga darurat tersebut," jelas dia.
"Jika ada yang melapor, lapor saja. Semua kegiatan rumah sakit didampingi Kejaksaan dan Kepolisian. Semua ada MoU. Kalau ngak ada sudah ditangkap orang dari dulu saya ini," sambung dia.
Ia menjelaskan, setiap tahun RSUD Bima itu diperiksa oleh Inspektorat Kabupaten Bima, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Tim Audit Independen. Kata dia, tak ada masalah dan tak ada temuan selama proses pemeriksaan sejauh ini.
"Sudah diperiksa. Apa ada ngak kesalahan dan kekeliruan? Ngak ada, karena pekerjaan bangunan dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan juga dilakukan oleh Tim Audit Independen namanya Kantor Akuntan Publik," bebernya.
Diakuinya, dengan pemberitaan oleh Metrominimedia.com, mengundang banyaknya rekan-rekan Wartawan dan LSM yang datang ke RSUD Bima.
"Berita kamu itu nanti banyak yang datang wartawan dan LSM-LSM lainnya," sahut dia.
Kembali saat ditanya, berapa keuntungan BLUD selama ini Pak Direktur?
"Sudahlah terserah kamu mau menulis apa. Kamu tulis yang bagus jangan repotkan saya," terangnya.
Kemudian, soal bangunan ICU di lantai dua yang tak difungsikan selama ini.
Kata Ihsan, ruangan itu bukan tak difungsikan tapi persiapan untuk cath lab atau ruang pemeriksaan khusus di rumah sakit yang dilengkapi dengan peralatan pencitraan diagnostik (X-ray). Namun dokternya lagi sekolah di China.
Terakhir Ihsan bergumam, sebenarnya rencana awal di beberapa tahun lalu, penggunaan DAK untuk rehap tiga ruangan. Tapi, kemampuan anggaran hanya mampu satu gedung.
"Karena anggaran terbatas. Dan untuk kegiatan di tahapan selanjutnya kita kumpul-kumpul dulu uangnya. Kalau sudah cukup yah akan dilakukan pekerjaan lanjutannya," tutup Ihsan. (RED)




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.