Banjir Melanda di Beberapa Kelurahan di Kota Bima, Satu Rumah di Jatiwangi Tertimpa Batu Gunung
![]() |
| Kondisi banjir yang melanda di beberapa Kelurahan yang ada di Kota Bima, Sabtu, 7 Februari 2026. (METROMINI/Dok) |
KOTA BIMA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima A. Faruk mengungkapkan data korban banjir yang terjadi di tiga kelurahan yang ada di Kota Bima, Sabtu, 7 Februari 2026.
Faruk menjelaskan, banjir yang disebabkan meluapnya sungai di wilayah Kota Bima bagian utara akibat intensitas hujan yang cukup lama sejak kemarin.
"Hari ini hujannya sangat awet dari pagi hingga sore. Menyebabkan meluapnya sungai di wilayah Kelurahan Nae (Kec. Rasanae Barat) dan sungai di wilayah Kelurahan Jatiwangi, Melayu dan Ule (Kecamatan Asakota)," ungkap Faruk yang langsung meninjau keadaan banjir di lingkungan Lewijambu, Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Sabtu (7/2/2026) malam.
Ia mengaku, pihaknya langsung meninjau keadaan kelurahan yang terdampak banjir bersama dengan Tim di BPBD Kota Bima dan didukung anggota TNI/Polri serta anggota TSBK yang ada di Kelurahan.
Ia mengatakan, dari pendataan yang telah dilakukan, keadaan Warga di Kelurahan Ule berdasarkan kondisi di lapangan, terdapat 5 RT yang terdampak yakni RT 10 jumlahnya 42 KK, RT 11 jumlahnya 121 KK, RT 12 jumlahnya 85 KK, RT 13 jumlahnya 65 KK, RT 14 jumlahnya 62 KK dan RT 15 jumlahnya 30 kk.
"Totl KK yang terdampak di Kelurahan Ule sebanyak 405 KK," sebutnya.
Ia menambahkan, kondisi banjir di Kelurahan Nae, sesuai laporan anggota TSBK se tempat. Terhitung ada ada 119 KK setelah disahkan oleh Lurah dan telah dilakukan verifikasi sebelumnya.
"Sementara untuk data warga terdampak di Kelurahan Melayu dan Jatiwangi masih di update oleh Tim di lapangan," ungkapnya.
Ia menambahkan, ada juga kejadian bencana lain di Kelurahan Jatiwangi.
"Rumah milik Ahmad Yasin (55) di RT 04 RW 02 di lingkungan Jatiwangi tiba-tiba tertimpa batu gunung akibat longsor. Untungnya, rumah itu dalam keadaan kosong karena pemilik rumah sedang berladang di puncak jatiwangi," tandas Faruk. (RED)




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.