PPK PJUTS Akui Harga Rp31 Juta Termurah dengan Kualitas Spesifikasi Terbaik

Spesifikasi PJUTS pengadaan Dishub Kota Bima Tahun Anggaran 2025 senilai Rp4,6 miliar untuk 150 titik yang tersebar di Kota Bima. (METROMINI/Dok)

KOTA BIMA – Proyek Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) tahun 2025 di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bima senilai Rp4,6 miliar untuk 150 titik ditanggapi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Agus Musalim.

Agus menjelaskan, untuk mengawali pengadaan. Pihaknya mencari di e-atalog untuk membandingkan produk-produk dari penyedia untuk melihat harga termurah namun sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

"Dari sekian banyak penyedia online di e-katalog, kita cari dulu pembanding. Dan yang pertama kita cari dulu yang terdekat. Memang ada juga dari para penyedia yang memasukkan surat minat," jelas Agus di ruang kerjanya, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia mengatakan, saat proses perbandingan, yang dilihat adalah kondisi lampu yang telah terpasang di daerah lain. Dan yang terpenting adalah outputnya adalah terang dan jelas garansinya.


"Baru kita bicara spek yang lain. Dan kembali kita sanding-sandingkan. Karena soal lampu ini kita bicara untuk lima tahun lamanya. Kira-kira seperti itu tahapan awal dalam menentukan penyedia di pengadaan secara e-katalog. Kami sebagai PPK yang langsung tentukan penyedianya. Tapi sebelumnya kami akan melakukan pengecekan dulu di lapangan," papar Agus.

Kata dia, setelah proses perbandingan ditentukan. Barulah dilihat dari profile penyedia, apakah penyedia ini produsen atau reseller? Untuk penyedia produsen, dapat diketahui dari nama toko dan nama pabriknya yang sama.

"Kita sebaiknya membeli di produsen atau langsung di pabriknya. Kalau membeli di reseller dia bukan pemilik sertifikat.  Otomatis akan lebih sulit saat mengurus garansi barangnya," bebernya.

Ia pun menanggapi soal harga lampu jalam yang dilempar warganet di sosial media senilai Rp10=12 juta. Bahkan sangat disesali jika sampai masalah ini ada yang mengadukan ke pihak yang berwajib.

Pasalnya, ia menegaskan,  saat perencanaan telah ditentukan untuk pengadaan lampu yang berkualitas. Selain output terang tentu dilihat pula daya tahan dan kualitasnya. Ada yang all in one, two in one dan tree in one. Dari ketiga jenis tersebut berbeda kemampuan baterei dan panel suryanya.

"Kita memilih PJUTS yang tree in on karena daya tahan kualitasnya bisa dari jam 19.00 sampai jam 05.00 pagi di banding jenis yang all in one dan two in one," ujarnya.


Kemudian, sambung Agus, setelah menetapkan penyedia atau toko dan pemilik sertifikatnya sama namanya. Ditentukanlah produk yang sesuai spesifikasi yang ada.

"Pada keputusan akhir, kami memilih Produsen PT Kharisma Sinarlindo Persada yang pabriknya ada di Jakarta Utara dengan spesifikasi daya lampu 100 Watt, solar panel Mono 18V 200W, baterai 25,6V 50AH, tiang octagonal galvanized 9 meter dan Garansi 5 tahun," terang Agus.

Diakuinya, sesuai dengan harga satuan yang telah ditetapkan oleh Pemkot Bima. Untuk PJUTS anggarannya Rp31 juta. Dan pihak penyedia yang awalnya memasang harga Rp31,5 juta untuk satu titik mulai dari pengiriman, pemasangan, pajak, garansi dan keuntungan.

"Hasil negosiasi kami bisa berkurang Rp500 ribu. Sehingga harga untuk satu titik PJUTS menjadi Rp31 juta sesuai harga satuan yang ditetapkan sebelumnya," tandasnya.

Ia pun menepis soal adanya lampu pengadaan yang terpasang dalam vila oada 7 titik yang ditentukan pemasangannya di jalan raya temba kolo

"Semua 7 titik di jalan temba kolo semua terpasang di jalan raya. Tak ada yang terpasang dalam vila pribadi," terangnya.

Diakuinya, untuk pengadaan tahun 2025 lalu. Spesifikasi pengadaan diindikaai sama dengan spesifikasi pengadaan di Lombok Timur dan  Dishub NTB untuk PJUTS yang satu lengan.

"Dan untuk kualitas lampu satu lengan dengan daya 100 watt yang jenis tree in one. Bisa dibandingakan, kota bima dengan daerah lain. Kami yang termurah dengan jenis spesifikasi yang sama," jelas Agus.

Diakuinya, pihak penyedia telah memberikan garansi selama 5 tahun yang dibuat di notaris. Dan pihak penyedia juga sudah menyatakan siap menurunkan tim jika ada masalah tehnis pada 150 lampu yang telah terpasang.

"Jika ada sesuatu,  sudah ada pernyataan komitmen garansi selama 5 tahun dari penyedia. Mereka siap menurunkan timnya jika terjadi masalah di 150 titik yang sudah terpasang di seluruh Kota Bima," tutup Agus. (RED)

Related

Pemerintahan 3585920454822901877

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item