Di tengah Semua Dapur Aman di Mata Satgas NTB, Menu Dapur SPPG Penaraga Ditemukan Jagung, Kacang dan Telur

Kondisi menu MBG di SMAN 1 Kota Bima yang diduga hasil produksi Dapur SPPG Penaraga, Jum’at,13 Februari 2026. (METROMINI/Dok)

KOTA BIMA - Dilansir dari tribunlombok.com, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG NTB, Fathul Gani menegaskan, sebanyak 21 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Mantan Kasat Pol PP NTB mengungkapkan, penyebab dapur MBG dihentikan sementara karena adanya peristiwa keracunan serta beberapa kasus menonjol lainnya. 

"Ada yang status kepemilikan tanah, ada kasus yang menonjol salah satunya keracunan," kata Gani saat ditemui di sela-sela rapat evaluasi MBG, Jumat (13/2/2026) dikutip dari tribunlombok.com.

Kata dia, ada 592 unit dapur beroperasi dan 21 unit diberhentikan sementara. 

Langkah penghentian sementara puluhan dapur MBG ini sebagai tindakan tegas pemerintah, agar para pengelola tidak main-main dalam pemenuhan gizi calon 

Rinciannya, di Kabupaten Lombok Timur ada empat dapur yang dihentikan, kemudian Lombok Tengah satu, Lombok Barat satu, Sumbawa tiga, Dompu tiga.

Kabupaten Bima empat, Sumbawa Barat dua, Lombok Utara dua, Kota Mataram satu. 

"Hanya di Kota Bima tidak ada dapur SPPG yang dihentikan sementara," ungkapnya.

Saat ini, kata dia, ada 706 dapur SPPG yang aktif, namun 114 unit di antaranya belum melayani penerima. 

"592 unit dapur beroperasi dan 21 unit diberhentikan sementara," ujarnya lagi.

Kata dia, langkah penghentian sementara puluhan dapur MBG ini sebagai tindakan tegas pemerintah, agar para pengelola tidak main-main dalam pemenuhan gizi calon generasi emas bangsa Indonesia.  

"Intinya tidak usah main-main, ini sasarannya generasi kita ada anak didik TK, SD, SMP, SMA," tuturnya. 

Gani mengatakan meskipun ada 21 dapur yang dihentikan sementara namun tidak mengganggu pelayanan, karena sudah diambil alih sementara SPPG terdekat. 

Sementara itu, di ruang sosial media Facebook terungkap postingan menu jagung yang diberikan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Kota Bima. 

Selain di SMAN 1 Kota Bima, menu yang sama juga disampaikan warga kondisi MBG di SDN 72 Kota Bima dengan narasi "ejekan" karena kualitas MBG yang dinilai tidak layak dan jauh dari standar gizi yang ditentukan.

Akun Facebook Didi Doank Awaluddin memposting foto menu MBG dengan menu jagung dengan statusnya yang bernada nyinyir.

"Mbg SMA Negeri 1 Kota Bima✌️#hidup_prabowo 😂," tulisnya.

"Informasinya juga di SMA Negeri 1 Kota Bima belum lama ini dapat MBG nasi.goreng yang diindikasi sudah basi," tambah dia.

Sementara itu, akun MUhammad Soalihin Jamaludin mengungkapkan, menu MBG yang diproduksi dari dapur SPPG Penaraga seperti menu untuk pengungsi korban banjir. 

"MBG Penaraga. sekelaparan inikah orang-orang yang hidup di area Perkotaan, sehingga penyajian makanan Sehat dan Bergizi seperti menu PENGUNGSI KORBAN BANJIR, ATAUKAH AMBA RABA BIMA AKAN MERENCANAKAN LIBUR SAMPAI KIAMAT. Tak ada lagi tempat untuk membeli bahan makanan Di KOTA BIMA," tulis Soalihin, Jum’at, 13 Februari 2026.

Ada juga pengakuan orang tua siswa, Citty yang merasa heran menu MBG di SDN 72 Kota Bima yang ada di Kelurahan Ntobo, tidak seperti menu-menu sebelumnya. 

"Kenapa menunya jagung dan sangat berbeda dengan menu menu sebelumnya. Kacangnya juga agak busuk," heran Citty.

Sementara itu, pihak Mitra dan Kepala Dapur SPPG Penaraga masih dikonfirmasi terkait menu MBG di SMAN 1 Kota Bima dan SDN 72 Kota Bima.

Di sisi lain, Korwil SPPG Kota Bima, Ulfa yang dimintai tanggapannya terkait menu MBG yang disorot publik itu, enggan membalas konfirmasi atas pemberitaan ini. (RED)

Related

Pendidikan 5145079775735455837

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item