Pasokan Gas Tahun 2026 Berkurang, Kota Bima Berpotensi Krisis Gas Elpiji
![]() |
| Kondisi pasokan gas elpiji 3kg yang berkurang di tahun 2026 di Kota Bima. (METROMINI/Dok) |
KOTA BIMA - Pemilik salah satu pangkalan Gas Elpiji di Kelurahan Melayu, Abi mengeluhkan jatah tabung gas yang dipasok dari agen gas yang ada di Kelurahan Dara, Kota Bima.
Ia memprediksi, ke depannya nanti, kota bima berpotensi mengalami krisis tabung gas 3Kg. Pasalnya, di awal bulan Februari 2026, pasokan gas yang biasanya per minggu dikirim oleh agen 100 tabung. Pada pengiriman terakhir hanya 70 tabung saja. Dan pengurangan ini, kata dia, terjadi hampir di setiap pangkalan yang ada di Kota Bima.
"Kota Bima berpotensi darurat gas elpiji 3kg. Untuk minggu ini tiap-tiap pangkalan jatah pasokan Elpiji 3kg dikurangi 30% - 40%," ungkap Abi, Sabtu, 7 Februari 2026.
Kata dia, saat pasokan normal saja, warga masih mengalami kesulitan. Kadang-kadang, pelanggan harus mengantri untuk membeli gas di pangkalan miliknya.
"Padahal, saat pasokan normal saja, warga selalu kesulitan mendapatkan gas elpiji 3kg. Saat ini bukan hanya pembeli yang mengantri bahkan pasokan gas ke pangkalan juga tidak senormal sebelumnya," jelasnya.
Ia mengatakan, dalam WA Group Pangkalan Gas Kota Bima. Pemilik Agen menjelaskan keadaan pasokan gas 3 Kg di tahun 2026.
"Agen saya ada pengurangan LO dari Pertamina. Informasi untuk semua pangkalan. Minggu ini ada pengurangan jatah karena adanya pengurangan langsung dari Pertamina," tulis pemilik Agen Gas yang ada di Kelurahan Dara dalam WA Group.
Lanjut dia, di tahun 2025 alokasi gas ada 19.200 MT. Namun di tahun 2026 berkurang 16.964 MT.
"Semua wilayah turun alokasinya. Mudah-mudahan sementara, tergantung berapa LO yang dikasih dari Pertamina. Kami agen hanya mengusahakan agar penyaluran merata," jelasnya.
Sementara itu, pihak agen dan Pertamina masih dikonfirmasi lanjut terkait hal ini. (RED)




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.