Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu di Lombok Tengah Gelar Aksi, Tuntut Kenaikan Gaji dan Kepastian Nasib
#LOMBOK TENGAH, 29 April 2026 — Ratusan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dari berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Tengah menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Kantor Bupati Lombok Tengah. Aksi ini merupakan bentuk protes atas rendahnya upah yang mereka terima serta ketidakjelasan status dan masa depan mereka sebagai tenaga pendidik.
Aksi yang diinisiasi oleh Kasta NTB tersebut mengusung tema “Ditekan Kerja Maksimal, Dipaksa Gaji Minimal”. Para guru menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kondisi yang dinilai tidak manusiawi, di mana mereka hanya menerima gaji sekitar Rp200 ribu per bulan.
“Saya tegaskan, ini adalah bentuk penghinaan bagi kami. Kami tidak boleh digaji di bawah UMR,” ujar salah satu perwakilan guru dalam orasinya, Rabu, 29 April 2026.
Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut sangat tidak layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ketua Kasta DPD Kabupaten Lombok Tengah, Andi, dalam orasinya mendesak Bupati Lombok Tengah untuk segera menemui para guru dan membuka ruang dialog.
“Kami berharap Bapak Bupati Lombok Tengah bisa hadir hari ini untuk mendengarkan langsung keluhan para guru PPPK paruh waktu,” tegas Andi.
Ia juga menyoroti kondisi sekitar 1.500 guru PPPK paruh waktu yang saat ini masih menerima upah minim tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah harus segera memberikan kepastian terkait status dan kesejahteraan mereka.
“Kami dari Kasta sangat khawatir. Jika tidak ada respons, kami siap membawa persoalan ini ke tingkat pusat,” tambahnya.
Senada dengan itu, Presiden Kasta NTB, Lalu Wink Haris, turut meminta Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah untuk hadir dalam dialog terbuka.
“Kami meminta pimpinan daerah untuk hadir, karena nasib para guru ini harus diperjuangkan. Jika Rp200 ribu per bulan, berarti per harinya sangat tidak masuk akal,” ujar Lalu Wink Haris.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya menuntut adanya kenaikan upah yang layak serta perubahan kebijakan dalam waktu dekat.
“Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah dalam dua tahun ke depan untuk memperbaiki kondisi ini,” katanya.
Aksi ini menjadi penanda bahwa kesabaran para guru PPPK paruh waktu telah mencapai batas. Mereka berharap pemerintah daerah segera memberikan respons nyata demi terwujudnya kesejahteraan dan kepastian karier bagi para tenaga pendidik tersebut. (#RED/AI/Agus)
@SUMBER: MNCTVANO.COM
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #PPPK #GuruNTB #LombokTengah #AksiGuru #KastaNTB #KesejahteraanGuru #TuntutanGuru




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.