TPST Oimbo Disorot, Anggota DPR RI Mori Hanafi Janjikan Anggaran 2027 untuk Atasi Krisis Sampah Kota Bima
#KOTA BIMA, 29 April 2026 — Persoalan sampah di Kota Bima kian mendesak. Di tengah kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang over kapasitas dan capaian pengelolaan yang baru menyentuh sekitar 12 persen, Anggota DPR RI Komisi V, H. Mori Hanafi, turun langsung meninjau rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Oimbo, Rabu (29/4/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah pusat mulai memberi sinyal kuat bahwa krisis sampah di daerah tidak bisa lagi ditangani dengan pola lama.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Wali Kota Bima H. Feri Sofyan, Kepala BPBPK NTB Dades Prenandes, Anggota DPRD Kota Bima Yogi Prima Ramadhan, serta jajaran teknis dari Pemerintah Kota Bima.
Dalam peninjauan di lokasi Oimbo, terungkap bahwa sistem pengelolaan sampah Kota Bima masih bertumpu pada pola angkut-buang dan praktik open dumping—metode lama yang kini justru menjadi sumber masalah baru.
Wakil Wali Kota Bima, H. Feri Sofyan, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut.
“Penanganan sampah di Kota Bima membutuhkan langkah cepat dan terintegrasi. Kami berharap dukungan pemerintah pusat melalui DPR RI dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan,” tegas Feri Sofyan, Rabu (29 April 2026).
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Syahrial Nuryadin memaparkan bahwa keterbatasan kapasitas TPA menjadi hambatan utama.
"Beban sampah terus meningkat, sementara sistem pengolahan belum mampu mengimbanginya," ujarnya.
Solusi yang didorong kini mulai bergeser: dari sekadar membuang, menuju pengolahan dari hulu melalui pembangunan TPST, serta penerapan sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.
Anggota DPR RI Komisi V, H. Mori Hanafi, menegaskan bahwa persoalan ini sudah masuk radar nasional.
“Penanganan sampah tidak bisa ditunda. Ini menjadi perhatian serius dan kami berkomitmen mendorong dukungan anggaran pada tahun 2027 agar Kota Bima memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Mori Hanafi, Rabu (29 April 2026).
Pernyataan ini menjadi angin segar, namun sekaligus ujian. Tanpa kesiapan perencanaan daerah dan sinergi lintas sektor, janji anggaran berpotensi hanya menjadi wacana.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik balik. TPST Oimbo bukan sekadar proyek fisik, tetapi solusi strategis untuk menekan timbulan sampah, meningkatkan pengolahan dari sumber, dan mengakhiri ketergantungan pada TPA yang sudah “sesak napas”.
Jika tidak bergerak sekarang, Kota Bima hanya akan menumpuk masalah—secara harfiah. (#RED/AI/Agus/ADV)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #KotaBima #TPSTOimbo #SampahNasional #LingkunganHidup #DPRRI #BimaBersih #SanitaryLandfill




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.