Mutasi 120 ASN di Pemkot Bima, Diwarnai Muatan Dendam Politik Pilkada
![]() |
| Kegiatan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam jabatan pengawas dan kepala sekolah di Lingkungan Pemerintah Kota Bima di Paruga Na’e Convention Hall, Jumat, Februari 2026. (METROMINI/Dok) |
KOTA BIMA - Wakil Wali Kota Bima, Ferry Sofiyan, S.H., secara resmi melantik dan mengambil sumpah 120 Pejabat Pengawas dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Kegiatan tersebut berlangsung di Paruga Na’e Convention Hall, Jumat (06/02/2026).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Ketua TP PKK Kota Bima, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bima, Dandim 1608/Bima, seluruh Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian, Camat, serta Lurah se-Kota Bima.u
Di tengah promosi jabatan bagi para ASN saat pelantikan berlangsung. Ternyata, tak sedikit pula yang mengalami demosi atau penurunan jabatan. Terhitung ada belasan Lurah yang diturunkan jabatannya menjadi Kepala Seksi (Kasi) atau Sekretaris di Kelurahan yang berbeda. Ada juga Kepala UPT dimutasi menjadi Kasi di Kelurahan. Ditemukan juga ada Kasubag di Dinas dipindahkan menjadi Kasi di Kelurahan.
Seorang ASN mengungkapkan, ada ASN jabatan awalnya Kasi di Kelurahan yang dipromosi menjadi Lurah Kumbe.
"Yang dilantik jadi Lurah Kumbe. Jabatan awalnya seorang Kasi. Inisialnya T. Pangkatnya baru IIIc belum dua tahun. Perlu dicek SK kepegawaiannya," ucap ASN yang tak ingin dipublikasikan namanya itu.
Kata dia, mutasi yang terjadi kemarin hanya pelampiasan dari dendam politik saat Pilkada. Sebab, rata-rata seperti Lurah-Lurah yang diturunkan jadi Kasi dan Sekretaris dipandang bukan pendukung pemenang Pilkada atau Walikota Bima dan Wakilnya saat ini.
Seorang ASN lainnya, Fulan (bukan nama sebenarnya, red) mengungkapkan, dalam ketentuan kepegawaian, setiap rotasi dan mutasi pasti ada pertimbangan teknisnya sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang ASN.
"Kami menilai tidak sepenuhnya aturan yang tertulis SK Walikota Bima tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam jabatan pengawas dan kepala sekolah di Lingkungan Pemerintah Kota Bima diterapkan sepenuhnya. Tak ada sistim merit pada pejabat yang diturunkan dan juga tidak jelas apa hasil evaluasi atau pelanggaran yang diputuskan oleh pihak yang berwenang," ungkapnya.
Menurutnya, demosi yang dilakukan Walikota kepada belasan Lurah dan pejabat di mutasi kali ini, hanyalah motif "balas dendam" karena yang didemosi dinilai tak mendukung Walikota dan Wakilnya saat Pilkada lalu.
"Kalau seperti ini cara memimpin pemerintahan. Menurunkan jabatan banyak pejabat hanya karena selera penguasa bukan karena dasar aturan yang digunakannya. Artinya konflik itu sengaja penguasa yang ciptakan. Dan kondisi tentu tak sehat bagi birokrasi pemkot ke depan. Dan pastinya akan menghambat kemajuan daerah kita," sahut mantan pejabat di Dinas PUPR itu.
Di sisi lain, dari rilis website Pemkot Bima. Wakil Wali Kota Bima Fery Sofiyan SH menyampaikan bahwa pelantikan serta rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari upaya penyegaran birokrasi dan peningkatan kinerja aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bima.
“Pelantikan seperti ini merupakan hal yang lazim dilakukan sebagai bentuk kebutuhan organisasi. Setiap pelantikan selalu membawa dua rasa, yaitu bahagia dan bangga, namun juga ada rasa sedih dan kecewa. Hari ini Bapak dan Ibu tidak hanya menerima jabatan baru, tetapi juga menerima harapan baru dari masyarakat Kota Bima untuk dilayani dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Feri menekankan bahwa birokrasi harus berjalan seiring dengan dinamika dan perubahan yang ada. Ia mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik agar bekerja dengan prinsip ketegasan dan integritas, serta tidak mentolerir kinerja yang sekadar selesai tanpa kualitas.
“Kita harus terus melakukan introspeksi diri, apakah tanggung jawab yang kita emban benar-benar linear dengan pelayanan kepada masyarakat. Tidak ada toleransi bagi kinerja yang asal-asalan,” ujarnya. (RED)




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.