Bantaran Bangunan Sel Bedah RSUD Bima Rusak Parah , Proyek Miliaran VIP Lantai III, 3 Tahun Tak Difungsikan
![]() |
| Kondisi RSUD Bima menuai sorotan soal bantaran bangunan rusak parah. Gedung lantai III tak difungsikan 3 tahun lamanya. (METROMINI/Dok) |
KOTA BIMA - Kepemimpinan drg. H. Ihsan sebagai Direktur BLUD RSUD Bima dalam Kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Bima terbilang sangat lama. Dari era Kepemimpinan Bupati Alm. Fery Zulkarnain dilanjut istrinya Hj. Dinda Dhamayanti Putri selama dua periode. Hingga Kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi saat ini.
ak Dokter Ihsan sudah hampir 20 tahun jadi Direktur BLUD RSUD Bima," ungkap Nyoman, sapaan akrab Pol PP Kabupaten Bima kepada Metrominimedia.com, Senin. 2 Februari 2026.
Dalam penelusuran dan investigasi Metrominimedia.com dalam memantau pelayanan di RSUD Bima selama kepemimpinan drg. Iksan sebagai Direktur BLUD RSUD Bima yang terletak di Kecamatan Raba, Kota Bima.
Hasil investigasi Metrominimedia.com, gedung mewah lantai III yang merupakan proyek bangunan VIP kamar inap pasien di bagian selatan RSUD Bima maupun gedung-gedung hasil proyek dengan anggaran miliaran dalam beberapa tahun terakhir ini.
Ternyata hanya tampak depannya saja yang mewah. Namun, di dalamnya kesan kumuh dan penataan serta fungsi bangunan ada seabrek persoalan.
Saat dilakukan pengecekan fisik, Senin, 2 Februari 2026. Beberapa fakta yang ditemukan.
Pada bangunan Sel Bedah. Terdapat patahan yang cukup parah di areak bantaran bangunan. Saat ini bangunan itu digunakan untuk rawat inap pasien dan sudah lama tak pernah diperbaiki.
"Pada wilayah bantaran yang patah. Ditutupi dengan plafon triplek dan dilas dengan siku,," ungkap Ali (bukan nama sebenarnya, red), seorang pengunjung di RSUD Bima kepada Metrominimedia.com, Senin, 2 Februari 2026.
Kata dia, patahan yang terjadi sengaja ditutupi. Padahal kondisinya parah dan berpotensi mengancam nyawa pasien dan keluarganya yang ada di dua ruangan pada bangunan Sel Bedah.
"Sengaja ditutupi dengan triplek padahal kondisi patahan mengancam nyawa pasien dan keluarga pasien," tutur Ali.
Selain itu, penelusuran di bangunan ICU. Di lantai II tidak terlihat ada aktivitas ruangan saat dikunjungi pada malam hari. Malahan di lantai III pelayanan di ruang rawat ICU bagi kondisi pasien yang tak sadarkan diri sangat miris sekali.
"Di lantai II tidak ada aktivitas. Sementara di lantai III tempat perawatan pasien yang tak sadarkan diri. Sungguh miris pelayanan di sana. Keluarga harus sibuk cari serpei (alas ranjang tidur) karena tak disediakan pihak rumah sakit," ujarnya.
Kata dia, hal pelayanan sederhana seperti servei saja tak disediakan di bagian vital ICU di RSUD Bima. Di tambah tak ada toilet serta kondisi lift yang rusak di bangunan proyek miliaran ini," ungkapnya.
Selain itu, Ali menambahkan, ada lagi temuan yang paling parah di RSUD Bima. Bangunan hasil proyek gedung VIP di bagian selatan RSUD Bima sudah 3 tahun tak digunakan.
"Sudah bertahun-tahun lantai III tidak digunakan. Padahal kondisi kamar sudah dilengkapi dengan fasilitas pelayanan. Kan sia-sia proyek miliaran itu jadinya," ujar Ali.
Kata dia, memang ada kekurangan bangunan VIP Rawat Inap yang menyebabkam aktivitas medis di lantai III tidak difungsikan. Di bangunan itu, tidak ada tangga darurat dan lift di lantai III tidak berfungsi sejak awal bangunan ini diresmikan.
"Kondisi ini sudah 3 tahun. Dan dugaannya gagal diperencanaan karena tak menyiapkan tangga darurat. Sangat disayangkan. Bangunan lantai III sudah dilengkapi fasilitas tapi tak digunakan. Liftnya juga tidak berfungsi sejak awal diresmikan," ungkapnya.
Sementara itu, saat ingin konfirmasi keadaan RSUD Bima saat ini. Direktur dan Sekretaris BLUD RSUD Bima sangat susah sekali dihubungi.
Baik melalui nomor whatsapp dan mendatangi ke ruangannya. Keduanya kurang kooperatif dalam menanggapi masalah yang cukup serius dalam pelayanan RSUD Bima saat ini.
Seorang Staf di depan ruangan mengaku, direktur sudah ijin sholat. Saat diminta nomor handphone Direktur.
"Tak berani Pak, jika tak ada persetujuan pimpinan," jawabnya singkat. (RED)




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.