Kebebasan Pers Terancam, Jurnalis Turun ke Jalan: “Lawan Intimidasi, Hentikan Impunitas!”
#MATARAM — Peringatan Hari Kebebasan Pers tak lagi sekadar seremoni. Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi kebebasan pers di Indonesia, sejumlah jurnalis di Mataram turun ke jalan menyuarakan perlawanan terhadap intimidasi dan kekerasan yang masih menghantui dunia jurnalistik, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam siaran langsung di platform media sosial suarantb.com, aksi yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen bersama elemen pers bergabung pula kelompok mahasiswa menegaskan bahwa kerja-kerja jurnalistik belum sepenuhnya aman.
Tekanan, kriminalisasi, hingga kekerasan fisik dinilai masih terjadi dan mengancam independensi media.
Dalam pernyataan sikapnya, Haris dari AJI NTB menegaskan empat tuntutan utama.
#Pertama, negara wajib menjamin keselamatan jurnalis tanpa syarat dalam menjalankan tugas.
#Kedua, seluruh pelaku kekerasan terhadap jurnalis harus diproses secara transparan dan tanpa impunitas. Tidak boleh ada perlindungan bagi pelaku, siapa pun dan dari institusi mana pun.
#Ketiga, hentikan segala bentuk intimidasi, kriminalisasi, dan pembungkaman terhadap media.
#Keempat, tuntaskan seluruh kasus kekerasan terhadap jurnalis yang hingga kini belum menemukan keadilan.
“Tidak ada kompromi bagi pelaku kekerasan terhadap jurnalis. Kebebasan pers adalah fondasi demokrasi,” tegas Haris dalam orasinya.
Aksi ini juga menyoroti bahwa ancaman terhadap jurnalis tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga tekanan hukum dan digital yang semakin kompleks.
Para jurnalis menegaskan, setiap bentuk ancaman terhadap kebebasan pers harus dilawan. Sebab ketika pers dibungkam, maka suara publik ikut dipadamkan. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#HariKebebasanPers
#LawanIntimidasi
#TolakKriminalisasi
#SaveJurnalis
#PersMerdeka
#NoImpunitas
#DemokrasiTerancam





Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.