Jejak Sejarah 1950 Terungkap: Surat Sultan Bima untuk Kongres PII III di Bandung

 


#BIMA — Upaya penataan kembali arsip lama pasca insiden pohon tumbang mengungkap temuan berharga dari masa lampau. Sejumlah dokumen sejarah berhasil dirapikan dan diidentifikasi, termasuk surat penting tahun 1950 yang menunjukkan dukungan nyata Kesultanan Bima terhadap pendidikan Islam di Indonesia.

Dokumen tersebut diungkap oleh Dewi Ratna Muchlisa melalui unggahan pribadinya pada 4 Mei 2026. Ia menyampaikan bahwa proses merapikan arsip tidaklah mudah dan membutuhkan ketelitian tinggi serta kesabaran.

“Merapikan kembali dokumen yang berantakan tidaklah mudah. Dibutuhkan waktu panjang, kehati-hatian, dan kesabaran. Membaca ulang, menyusun sesuai kejadian dan tahun, seperti membuka lembaran sejarah,” tulisnya.

Salah satu dokumen yang ditemukan adalah surat dari Sultan Muhammad Salahuddin kepada panitia Kongres ke-III Pelajar Islam Indonesia (PII) yang digelar di Bandung pada Maret 1950.

Dalam surat tersebut, Sultan menyampaikan dukungan moral sekaligus bantuan dana sebesar 100 rupiah kepada panitia.

“Berharaplah saya kiranya bantuan yang tiada seberapa ini tuan-tuan dapat menerimanya dengan senang. Dan cita-cita yang murni itu tercapai dan terlaksana dengan selamat dan sempurna hendaknya.”

PII sendiri diketahui didirikan di Yogyakarta pada 4 Mei 1947 sebagai wadah pelajar Islam lintas golongan. Pada Kongres III tahun 1950 di Bandung, organisasi ini juga mulai mensosialisasikan lambangnya sebagai identitas gerakan.

Temuan arsip ini memperkuat catatan sejarah bahwa Kesultanan Bima memiliki perhatian besar terhadap perkembangan pendidikan Islam dan organisasi kepemudaan di Indonesia.

“Ini hanya segelintir surat dan catatan yang menjelaskan betapa besar kecintaan sang Sultan pada pendidikan Islam. Bahkan berbagai organisasi Islam tidak luput dari perhatiannya,” lanjut Dewi.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kekuatan peradaban Bima tidak hanya bertumpu pada cerita lisan, tetapi juga didukung oleh bukti dokumentasi yang saling menguatkan.

Temuan ini menjadi pengingat penting bahwa sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dirawat dan dijaga sebagai identitas kolektif bangsa. (#RED/AI/Agus/ADV)


📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #SejarahBima #SultanSalahuddin #PII #ArsipSejarah #BimaBeradab

Related

Berita Bima 211600595143177532

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item