Pemprov NTB Siapkan Masterplan Wisata Bahari Bima, Terintegrasi dengan Komodo–Labuan Bajo
#BIMA – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tengah menyiapkan langkah strategis untuk pengembangan kawasan wisata bahari di wilayah timur NTB, khususnya di Bima.
Kepala DKP NTB, Muslimin, menyampaikan bahwa pada tahun ini pihaknya akan fokus menyusun masterplan pengembangan wisata bahari di sejumlah destinasi unggulan seperti Gili Banta, Pulau Kelapa, dan Pulau Sangiang.
“Pada tahun ini kami merencanakan penyusunan masterplan untuk pengembangan wisata bahari di Gili Banta, Pulau Kelapa, dan Pulau Sangiang beserta kawasan sekitarnya,” ujar Muslimin dalam keterangannya, Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan pembangunan infrastruktur pendukung guna menunjang aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
“Kami juga rencananya ingin membangun dermaga floating (apung) di Gili Banta serta pos pantau, agar pelaku wisata di Bima bisa berkembang,” lanjutnya.
Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan mampu menjadi pemicu pertumbuhan sektor pariwisata bahari sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Sebelumnya, pada 15 April 2026, DKP NTB telah menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha wisata bahari di wilayah Sape dan Lambu. Pertemuan ini membahas pengembangan destinasi wisata di kawasan timur NTB yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Dalam forum tersebut, muncul sejumlah usulan dari pelaku wisata, di antaranya penyediaan dermaga sederhana, pembangunan pos pantau, serta peningkatan layanan darat di pulau-pulau yang kerap dikunjungi wisatawan untuk aktivitas diving dan snorkeling.
Rencana pengembangan ini juga akan diintegrasikan dengan kawasan wisata super premium Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan timur NTB sebagai destinasi wisata unggulan.
Selain itu, para pelaku wisata menyatakan komitmennya untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi perairan sesuai dengan Rencana Zonasi dan Pengelolaan (RPZ) serta Perda NTB Nomor 5 Tahun 2024 tentang RTRWP.
Pemerintah Provinsi NTB menilai kawasan timur NTB memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga pariwisata super premium Labuan Bajo.
Oleh karena itu, dalam waktu dekat akan dilakukan penyusunan kajian komprehensif dan masterplan sebagai langkah awal pengembangan yang terarah dan berkelanjutan. (#RED/AI/Mawardy/ADV)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#NTB
#Bima
#WisataBahari
#PariwisataNTB
#GiliBanta
#PulauSangiang
#PulauKelapa
#LabuanBajo
#Komodo
#EkonomiLokal
#PengembanganDaerah
#IndonesiaTimur
#DivingIndonesia
#SnorkelingIndonesia
#BeritaNTB
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.