Dugaan Penipuan Arisan Online dan Pencurian, Warga di Bima Mengaku Rugi Hingga Ratusan Juta Rupiah
#BIMA, 2 Mei 2026 — Dugaan kasus penipuan berkedok arisan online kembali mencuat di media sosial. Seorang korban bernama Nahar mengaku mengalami kerugian puluhan juta bahkan mencapai ratusan juta dalam mengenal teman dan karyawannya.
Nahar mengaku, setelah mengikuti skema arisan yang dipromosikan melalui Facebook sejak Januari 2026.
Dalam keterangannya, korban menyebut nama Reza Dompu, yang disebut sebagai Ketua ASDOM, sebagai pihak yang menawarkan arisan tersebut.
“Gara-gara penipu ini (reza dompu, red) saya rugi puluhan juta. Dia posting arisan di Facebook tanggal 23 Januari, menawarkan Rp27 juta dan dijanjikan kembali Rp30 juta dalam waktu 10 hari, tepatnya 3 Februari 2026,” ungkap korban.
Namun hingga berita ini ditulis, korban mengaku uang yang telah ditransfer sejak 23 Januari 2026 belum juga dikembalikan.
“Janji terus, sudah lebih dari 10 kali, tapi tetap diingkari. Mulai dari alasan tunggu uang gadai sawah, uang TKW, sampai terakhir alasan tiket kedatangan Charly,” lanjutnya.
Korban juga mempertanyakan kredibilitas pelaku yang disebut mengaku sebagai orang berada.
“Ngaku orang kaya, tapi malah mau gadai sawah dan tunggu laku tiket. Ini sangat aneh. Dan saya belum kenal tatap muka dan secara pribadi. Hanya kenal online saja,” tegasnya.
Selain itu, korban juga mengungkap keterlibatan pihak lain bernama EM, yang disebut sebagai mantan karyawan.
“Dia mantan karyawan saya sendiri. Sudah saya beri pekerjaan dan fasilitas, tapi malah memanfaatkan kepercayaan. Total 17 unit handphone, satu unit motor PCX, dan uang puluhan juta dibawa kabur,” jelas korban.
Kerugian akibat tindakan Emil disebut mencapai sekitar Rp120 juta. Kasus tersebut juga telah dilaporkan ke pihak berwajib pada 24 Maret 2026.
Korban menyebut masih ada beberapa pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik serupa, termasuk kasus gadai mobil, namun saat ini masih menunggu itikad baik dari pihak-pihak terkait.
Hingga kini, upaya komunikasi korban kepada terduga pelaku melalui telepon dan pesan tidak mendapat respons.
Bahkan akun media sosial korban disebut telah diblokir.
Korban berharap masyarakat lebih waspada terhadap tawaran investasi atau arisan dengan iming-iming keuntungan cepat.
“Saya minta bantuan agar informasi ini dibagikan, supaya mereka tahu dan segera bertanggung jawab,” pungkasnya.
Sementara itu, para pihak seperti Reza Dompu, Emil Muhammad yang dituding Nahar dalam dugaan kasus arisan online bodong dan pencurian masih dikonfirmasi lanjut. Demikian juga dengan pihak Polres se tempat. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #PenipuanOnline #ArisanBodong #Bima #NTB #WaspadaPenipuan




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.