Tiga Tahun Tertimbun Reruntuhan, 112 Jenazah Warga Palestina Akhirnya Dimakamkan di Gaza
GAZA, PALESTINA | Rabu, 5 Agustus 2026 — Pemandangan duka menyelimuti kawasan Sabra, Kota Gaza. Ribuan warga Palestina mengantarkan 112 jenazah yang baru berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan setelah hampir tiga tahun terkubur sejak serangan pada November 2023.
Prosesi salat jenazah dan pemakaman massal berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Peti-peti jenazah yang diselimuti warna dan bendera Palestina diusung melewati kawasan yang masih dipenuhi puing bangunan.
Tewas Sejak November 2023
Berdasarkan laporan Anadolu yang juga menjadi sumber unggahan ANTARA, para korban berasal dari keluarga Al-Hasayneh dan Abu Sharia. Mereka dilaporkan tewas setelah rumah tempat mereka berada dihantam serangan Israel pada 23 November 2023.
Jenazah mereka baru dapat dikeluarkan dari bawah reruntuhan setelah tim Pertahanan Sipil Gaza melakukan proses evakuasi.
Di antara 112 korban tersebut dilaporkan terdapat 40 anak-anak, 38 perempuan, serta tujuh penyandang disabilitas.
Deretan peti jenazah yang dibalut bendera Palestina kemudian dibawa dalam prosesi yang diikuti ribuan warga. Pemakaman dalam jumlah besar itu menjadi gambaran panjangnya dampak kehancuran akibat perang di Gaza.
157 Jenazah Diyakini Masih Tertimbun
Duka belum berakhir. Berdasarkan keterangan yang dimuat dalam unggahan ANTARA yang dikirimkan kepada Metromini Media, Tim Pertahanan Sipil Gaza menyebut sekitar 157 jenazah lainnya diyakini masih berada di bawah reruntuhan di lokasi tersebut dan belum berhasil dievakuasi.
Artinya, hampir tiga tahun setelah serangan tersebut, keluarga korban masih menunggu proses pencarian dan pengangkatan jenazah orang-orang terdekat mereka.
Di tengah bangunan yang hancur, warga Gaza pada Selasa itu akhirnya dapat mengantarkan 112 orang menuju peristirahatan terakhir—setelah selama bertahun-tahun jasad mereka tertimbun puing. (RED)
SUMBER: ANTARA/Anadol
Redaksi Metromini Media
"Berani & Lugas"

