SDN 26 Rabadompu Barat Bawa Inovasi SIM DUA ENAM ke SDN Kalaki, Dorong Administrasi dan Supervisi Digital

BIMA|Selasa, 11 Agustus 2026 — SDN 26 Rabadompu Barat menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital pendidikan dengan memperkenalkan aplikasi SIM DUA ENAM kepada jajaran pendidik SDN Kalaki, Kabupaten Bima.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan administrasi perangkat ajar serta pelaksanaan supervisi akademik secara digital.

Aplikasi SIM DUA ENAM dirancang oleh tim inovator SDN 26 Rabadompu Barat, yaitu Siti Aisyah, S.Pd. dan Fita Rayza Fitri Saidin, S.Pd., sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap dokumen administrasi berbasis kertas. Melalui sistem tersebut, berbagai perangkat ajar guru dapat dikelola dan disimpan secara terpusat.

Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah Brankas Digital dan Pusat Kendali Sekolah. Fitur Brankas Digital memungkinkan guru menyimpan berbagai dokumen pembelajaran, mulai dari modul ajar, Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), hingga instrumen asesmen secara lebih tertata.

Sementara itu, Pusat Kendali Sekolah memberikan kemudahan bagi kepala sekolah dalam melakukan pemantauan dan supervisi terhadap perangkat ajar maupun kinerja guru secara digital.

Dorong Sekolah Lebih Efisien

Pemanfaatan aplikasi tersebut dinilai dapat memangkas proses administrasi yang selama ini banyak menggunakan dokumen fisik.

Selain lebih efisien, sistem digital memungkinkan dokumen tersimpan secara terpusat sehingga lebih mudah diakses ketika diperlukan.

Konsep tersebut sekaligus mendorong penerapan paperless school, terutama dalam pengelolaan administrasi pembelajaran dan supervisi.

Dalam kegiatan tersebut, para pendidik SDN Kalaki mendapatkan pengenalan mengenai mekanisme penggunaan aplikasi serta pemanfaatan berbagai fitur yang tersedia dari tim inovator SDN 26 Rabadompu Barat

SDN 26 Rabadompu Barat berharap praktik baik tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan oleh sekolah lain sehingga transformasi digital tidak hanya berhenti pada penggunaan perangkat teknologi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap tata kelola sekolah.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari jajaran pendidik SDN Kalaki di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Dra. Hj. Herlina, S.Pd.

Inovasi SIM DUA ENAM buatan Siti Aisyah, S.Pd. dan Fita Rayza Fitri Saidin, S.Pd. ini menjadi salah satu contoh bahwa sekolah dasar di daerah mampu melahirkan solusi teknologi untuk menjawab kebutuhan administrasi pendidikan yang semakin berkembang.

Metromini Media menilai, inovasi seperti ini patut mendapat perhatian karena digitalisasi pendidikan bukan hanya soal penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar, tetapi juga menyangkut bagaimana tata kelola sekolah dibuat lebih efektif, transparan, dan efisien. (RED)

Redaksi Metromini Media

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url