Rp471 Miliar Mengalir ke Bima dan Dompu, Kabupaten Bima Dominasi Alokasi
BIMA | Minggu, 9 Agustus 2026 — Pemerintah pusat mengalokasikan dana gabungan Kurang Bayar Dana Bagi Hasil (KB DBH) dan Tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 untuk tiga daerah di wilayah Bima dan Dompu dengan nilai mencapai Rp471.209.110.000.
Berdasarkan dokumen “Resume Gabungan KB DBH dan Tambahan DAU TA 2026”, Kabupaten Bima menjadi daerah yang menerima alokasi terbesar dibandingkan Kota Bima dan Kabupaten Dompu.
Kabupaten Bima tercatat memperoleh total Rp277.937.242.000 atau sekitar 58,99 persen dari total dana gabungan. Sementara Kabupaten Dompu menerima Rp136.896.006.000 atau sekitar 29,05 persen, dan Kota Bima memperoleh Rp56.375.862.000 atau sekitar 11,96 persen.
Rincian alokasi:
Kabupaten Bima: Rp277.937.242.000
Kota Bima: Rp56.375.862.000
Kabupaten Dompu: Rp136.896.006.000
Total: Rp471.209.110.000
Dalam dokumen tersebut, alokasi dana merupakan gabungan antara KB DBH dan Tambahan DAU Tahun Anggaran 2026.
Untuk pos Tambahan DAU, Kabupaten Bima kembali menjadi daerah dengan penerimaan terbesar. Tambahan DAU Kabupaten Bima tercatat mencapai sekitar Rp202,88 miliar, disusul Kabupaten Dompu sekitar Rp42,09 miliar, sementara Kota Bima memperoleh sekitar Rp2,88 miliar.
Besarnya aliran dana tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi publik. Sebab, dana ratusan miliar rupiah yang masuk ke daerah tidak boleh hanya menjadi angka dalam dokumen anggaran, tetapi harus benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan pelayanan publik dan pembangunan yang dirasakan masyarakat.
Pemerintah daerah juga dituntut membuka informasi secara transparan mengenai penggunaan dana tersebut, mulai dari sektor yang dibiayai, program prioritas, hingga capaian pembangunan yang dihasilkan.
Publik berhak mengawasi ke mana uang ratusan miliar itu mengalir dan apa manfaat nyata yang diterima masyarakat.
Karena pada akhirnya, besar kecilnya anggaran bukan ukuran keberhasilan pembangunan. Yang menjadi ukuran adalah seberapa besar dampaknya bagi rakyat. (RED)
METROMINI MEDIA
Berani & Lugas
