Kapal Wisata Berisi 30 Orang Tenggelam di Perairan Satonda Dompu, Seluruh Penumpang Selamat

 

DOMPU| Sabtu, 1 Agustus 2026— Sebuah kapal wisata bernama Interniti yang membawa 30 orang dilaporkan tenggelam di perairan Satonda, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu dini hari, 1 Agustus 2026. Beruntung, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Berdasarkan keterangan Bambang Irawan, seorang guide dive asal Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, yang dikutip detikBali, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 Wita.

Kapal Interniti saat itu tengah berlayar dari Lombok menuju Labuan Bajo. Ketika melintasi perairan Satonda, kapal dilaporkan mengalami mati mesin.

Informasi mengenai kondisi kapal kemudian diterima melalui grup WhatsApp Pariwisata Indonesia. Awak kapal wisata Lamima yang kebetulan berada di sekitar perairan Satonda langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Seluruh orang di kapal Interniti berhasil dipindahkan ke kapal Lamima sebelum kapal yang mengalami mati mesin tersebut akhirnya tenggelam setelah dihantam gelombang.

Menurut Bambang, terdapat 30 orang di atas kapal Interniti, terdiri dari 20 wisatawan asing, dua orang guide, dan delapan anak buah kapal (ABK).

“Semua penumpang dan ABK yang jumlahnya 30 orang selamat dan berhasil diungsikan ke Pelabuhan Calabai, Dompu,” kata Bambang sebagaimana dikutip detikBali.

Setelah tiba di Pelabuhan Calabai dan dipastikan tidak mengalami luka, para wisatawan, guide, dan ABK kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan bus umum menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. Dari Sape, mereka direncanakan melanjutkan perjalanan menuju Labuan Bajo menggunakan kapal feri.

Soroti Kelayakan Kapal Wisata

Insiden tersebut sekaligus memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan pelayaran kapal wisata di perairan NTB.

Bambang meminta otoritas terkait lebih ketat melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap kelayakan kapal wisata yang mengangkut penumpang, terutama ketika kondisi cuaca dan gelombang sedang tidak bersahabat.

Menurut dia, masih terdapat kapal berukuran kecil yang dinilai perlu mendapat perhatian serius terkait kelayakan berlayar maupun kapasitas muatannya.

Ia juga menyinggung adanya beberapa insiden kapal wisata tenggelam di wilayah perairan Bima dan Dompu dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Peristiwa Interniti menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kondisi mesin, kelayakan kapal, kapasitas penumpang, perlengkapan keselamatan serta pertimbangan kondisi cuaca harus menjadi prioritas sebelum kapal wisata meninggalkan pelabuhan. (RED)

SUMBER: detikBali | Sabtu, 1 Agustus 2026, 

METROMINI MEDIA — Berani & Lugas


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url