Tiga Periode Memimpin, Direktur RSUD Bima Kini Didesak Mundur

 

BIMA | Rabu, 12 Agustus 2026— Desakan terhadap Direktur RSUD Bima, drg. H. Ihsan, MPH, untuk dievaluasi bahkan dicopot dari jabatannya kembali mencuat. Desakan tersebut disampaikan Nizar Taufik melalui unggahan media sosial pada 12 Agustus 2026.

Nizar menyoroti masa kepemimpinan drg. H. Ihsan yang disebut telah berlangsung selama tiga periode. Dua periode berlangsung pada masa kepemimpinan IDP-Dahlan, sementara satu periode lainnya berada pada pemerintahan Ady-Irfan yang masih berjalan.

Menurut Nizar, panjangnya masa kepemimpinan tersebut seharusnya berbanding lurus dengan perbaikan tata kelola dan pelayanan rumah sakit. Namun, ia menilai berbagai persoalan justru terus bermunculan.

“Masalah yang muncul datang silih berganti tanpa penyelesaian dan itu adalah fakta,” tulis Nizar dalam unggahannya.

Soroti Empat Persoalan

Nizar menyampaikan sedikitnya empat persoalan yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bima.

Pertama, tata kelola RSUD Bima yang dinilainya buruk.

Kedua, persoalan pembayaran jasa pelayanan (Jaspel) pegawai. Nizar mempertanyakan sistem pembayaran yang menurutnya tidak berjalan secara konsisten. Ia menyebut terdapat pembayaran pada bulan tertentu, kemudian terjadi tunggakan pada bulan berikutnya dan pembayaran selanjutnya digunakan untuk menutup kewajiban sebelumnya.

Nizar juga mempertanyakan penggunaan dana apabila memang terdapat Jaspel yang belum dibayarkan kepada pegawai.

Ketiga, pengelolaan limbah medis RSUD Bima. Ia menilai pengelolaan limbah medis perlu diperiksa karena diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk regulasi Kementerian Kesehatan.

Keempat, pembangunan ruang NICU dan PICU yang menurut Nizar diduga bermasalah. Ia menyinggung dugaan penggelembungan anggaran atau mark-up serta kualitas bangunan yang dinilainya tidak memadai.

Desak Bupati Evaluasi Direktur

Atas sejumlah persoalan tersebut, Nizar mendesak Bupati Bima Ady Mahyudi mengambil langkah evaluasi terhadap Direktur RSUD Bima.

Ia bahkan menyatakan pihaknya siap menghadapi konsekuensi dalam upaya mendorong perbaikan tata kelola RSUD Bima.

Nizar juga menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut melalui surat resmi kepada pihak terkait sebagai bentuk keseriusan tuntutannya.

“Sebagai bukti bahwa kami tidak main-main, besok kami akan bersurat secara resmi,” tulisnya.

Menunggu Klarifikasi RSUD Bima

Berbagai tudingan yang disampaikan Nizar tersebut masih merupakan pernyataan dan kritik dari pihak yang bersangkutan. Karena itu, diperlukan klarifikasi dari Direktur RSUD Bima dan Pemerintah Kabupaten Bima untuk menjelaskan kondisi sebenarnya terkait tata kelola, Jaspel, pengelolaan limbah medis serta pembangunan NICU dan PICU.

Metromini Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Direktur RSUD Bima maupun Pemerintah Kabupaten Bima terkait persoalan yang menjadi sorotan tersebut. (RED)

SUMBER: Nizar Taufik, melalui unggahan Facebook yang diterima Metromini Media, Rabu, 12 Agustus 2026.

METROMINI MEDIA

Berani & Lugas

Mengawal Bima dengan Fakta

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url