Gempa M7,7 Guncang Flores, Pelabuhan Maumere Ambruk dan Puluhan Bangunan Rusak
MAUMERE | Sabtu, 15 Agustus 2026 — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.58 WITA.
Guncangan kuat tersebut menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah Flores. Salah satu dampak paling terlihat terjadi di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kabupaten Sikka, di mana bangunan ruang tunggu dilaporkan ambruk dan menimbulkan korban.
Dokumentasi yang beredar memperlihatkan bagian bangunan pelabuhan mengalami kerusakan berat. Warga yang berada di sekitar kawasan pelabuhan terlihat berhamburan menyelamatkan diri saat gempa mengguncang.
BPBD Kabupaten Sikka melaporkan tiga korban jiwa berkaitan dengan ambruknya gedung ruang tunggu Pelabuhan Lorens Say.
KERUSAKAN MELUAS DI FLORES
Dampak gempa tidak hanya terjadi di Maumere. Data sementara BNPB menunjukkan kerusakan tersebar di sejumlah kabupaten di Pulau Flores.
Tercatat sedikitnya 54 rumah rusak berat, 9 rumah rusak sedang dan 11 rumah rusak ringan.
Selain rumah warga, kerusakan juga tercatat pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah dan enam kantor pemerintahan.
Kabupaten Manggarai termasuk wilayah yang mengalami dampak signifikan. Tercatat 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang dan sembilan rumah rusak ringan, disertai kerusakan pada lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan.
Di Manggarai Timur, sebanyak 23 rumah dilaporkan mengalami rusak berat.
Sementara di Nagekeo, data sementara mencatat dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang dan dua rumah rusak ringan.
PELABUHAN DAN BANDARA TURUT TERDAMPAK
Kerusakan juga menyasar infrastruktur transportasi. Pemerintah melaporkan dua pelabuhan mengalami kerusakan berat, yakni Pelabuhan Maumere dan Pelabuhan Reo.
Selain itu, lima bandara di NTT terdampak, meskipun landasan pacu masih dapat digunakan. Kerusakan terutama terjadi pada bagian gedung terminal.
Kondisi ini membuat pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas transportasi untuk memastikan keselamatan sebelum operasional kembali berjalan normal.
RUMAH SAKIT DAN PUSKESMAS RUSAK
Sektor kesehatan juga ikut terdampak. BNPB menyebut terdapat fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan. Hingga laporan terbaru, satu rumah sakit di Maumere dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sejumlah puskesmas di wilayah terdampak juga mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganan korban gempa.
JALAN DAN INFRASTRUKTUR TERPUTUS
Gempa juga memicu longsor di sejumlah titik, sehingga mengganggu akses transportasi darat di Flores. Sejumlah wilayah mengalami hambatan komunikasi dan akses akibat kerusakan infrastruktur serta kondisi geografis pascagempa.
Pemerintah bersama BNPB, Basarnas, TNI, Polri dan pemerintah daerah terus melakukan evakuasi, pendataan kerusakan serta membuka akses menuju wilayah yang terdampak.
KORBAN TERUS BERTAMBAH
Hingga Sabtu sore, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat dan 11 orang lainnya mengalami luka ringan. Sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri akibat gempa tersebut. Data tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi dan verifikasi di lapangan.
Gempa utama juga diikuti sejumlah gempa susulan. BMKG menyatakan tren gempa susulan belum menunjukkan peluruhan yang signifikan sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa M7,7. Peringatan tersebut kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi telah aman dari ancaman tsunami lebih lanjut. (RED)
METROMINI MEDIA
Berani & Lugas

