Viral Dugaan Pungli Saat Razia, Warganet Minta Polres Bima Kota Lakukan Penelusuran
KOTA BIMA Selasa, 28 Juli 2026 – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menjadi perbincangan hangat setelah seorang warga mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp150 ribu saat terjaring razia lalu lintas karena tidak dapat menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang tertinggal di rumah.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengaku kendaraannya dalam kondisi lengkap, namun STNK tidak dibawa. Ia mengaku sempat meminta agar petugas menerbitkan surat tilang resmi, tetapi menurut pengakuannya tetap diminta menyerahkan uang agar SIM dan kunci kendaraan dapat diambil melalui seorang tukang ojek.
Unggahan tersebut langsung menuai ratusan reaksi dan puluhan komentar dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial meminta agar dugaan tersebut ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.
Salah satu komentar bahkan secara terbuka meminta Polres Bima Kota memeriksa anggotanya apabila benar terjadi pelanggaran yang mengarah pada praktik pungutan liar (pungli). Beberapa komentar lain mengaku pernah mengalami pengalaman serupa, meski seluruh pernyataan tersebut masih berupa klaim pribadi di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Foto yang beredar juga memperlihatkan suasana razia kendaraan bermotor di salah satu titik di Kota Bima sepertinya di kawasan Amahami, yang dipenuhi pengendara sepeda motor, Senin, 27 Juli 2026.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Bima Kota mengenai unggahan viral tersebut maupun dugaan permintaan uang di luar mekanisme tilang yang berlaku.
Metromini Media masih berupaya mengonfirmasi pihak Satlantas Polres Bima Kota untuk memperoleh penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut.
Apabila dugaan tersebut benar terjadi, praktik meminta uang di luar prosedur tilang dapat berpotensi melanggar aturan disiplin maupun ketentuan pidana. Sebaliknya, apabila informasi tersebut tidak benar, kepolisian juga memiliki kewenangan untuk memberikan klarifikasi kepada publik guna menghindari kesimpangsiuran informasi. (RED)
SUMBER: Unggahan akun Facebook Dian Sofmita, tangkapan layar komentar warganet.
Redaksi Metromini Media
"Berani & Lugas"

