Ketua KONI NTB: Jangan Hanya Soroti KONI Provinsi, Awali Penelusuran dari Kabupaten/Kota

 

MATARAM | Jumat, 31 Juli 2026 – Ketua KONI Nusa Tenggara Barat (NTB), Mori Hanafi, memberikan tanggapan terkait polemik dugaan keterlibatan atlet luar daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB yang belakangan menjadi perhatian publik.

Dalam komunikasi melalui pesan WhatsApp dengan Metromini Media, Jumat (31/7/2026), Mori Hanafi menegaskan bahwa proses pendaftaran atlet dilakukan oleh masing-masing kabupaten dan kota. Menurutnya, data atlet yang didaftarkan berasal dari daerah, sedangkan KONI Provinsi hanya menerima dan merilis data yang telah diajukan.

"Asal atlet itu dari kabupaten/kota. Mereka yang daftar, mereka yang memiliki, mereka yang punya atlet. KONI yang rilis," ujar Mori Hanafi.

Saat ditanya mengenai syarat administrasi atlet dalam PORPROV, termasuk apakah cukup menggunakan KTP atau dokumen kependudukan lainnya, Mori tidak memberikan penjelasan teknis. Ia justru menyarankan agar penelusuran awal dilakukan kepada KONI kabupaten/kota.

"Kalau mau tanya mereka. Saran saya tanya ke kabupaten dulu, kenapa bisa terjadi. Datanya bisa ambil di KONI," katanya.

Mori juga meminta agar polemik tersebut tidak langsung diarahkan kepada KONI NTB.

"Jangan KONI yang disalahkan. Karena ini kami yang rilis," ujarnya.

Ia menilai kecenderungan publik selama ini langsung menyalahkan KONI Provinsi tanpa terlebih dahulu menggali proses yang berlangsung di tingkat kabupaten dan kota.

Ketika Metromini Media menyampaikan bahwa keputusan akhir penetapan peserta berada di tingkat KONI Provinsi, Mori menilai pembahasan sebaiknya tetap diawali dari daerah.

"Inilah yang saya bilang cenderung ke KONI Prov. Padahal apa salahnya gali dulu di kabupaten/kota. Baru ke prov. Kan bisa ditanya berapa atlet luar dari kabupaten/kota Anda, nanti pengembangannya baru tanya kami," ungkapnya.

Ia juga menyebut evaluasi terhadap pelaksanaan PORPROV akan dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

"Evaluasinya kami akan kasih nanti," katanya.

Sementara itu, Metromini Media menyampaikan kepada Ketua KONI NTB bahwa pembahasan mengenai dugaan atlet luar daerah merupakan bagian dari evaluasi pasca-PORPROV untuk memastikan transparansi dan kesiapan pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Polemik ini sebelumnya mencuat setelah beredarnya unggahan seorang akademisi yang menyebut adanya 111 atlet luar NTB pada PORPROV. Hingga saat ini, klaim tersebut masih memerlukan verifikasi melalui data resmi mengenai asal atlet, status administrasi, dan mekanisme mutasi yang digunakan.

Metromini Media akan terus melakukan penelusuran kepada KONI kabupaten/kota serta pihak-pihak terkait guna memperoleh data yang utuh dan berimbang sesuai prinsip jurnalistik. (RED)

SUMBER: Wawancara WhatsApp Metromini Media dengan Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, Jumat (31 Juli 2026).

Metromini Media
Berani & Lugas


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url