Diduga Hina Ulama di Media Sosial, Akun Facebook "Mery Beby" Resmi Dilaporkan ke Polsek Sape


BIMA | Kamis, 30 Juli 2026 – Puluhan ulama, tokoh agama, dan tokoh pemuda yang tergabung dalam Aliansi Bela Ulama Sape resmi melaporkan akun Facebook bernama "Mery Beby" ke Polsek Sape, Kamis (30/7/2026). 

Laporan tersebut diajukan atas dugaan penghinaan terhadap ulama melalui komentar yang diunggah di media sosial.

Laporan itu dipicu oleh sebuah komentar dari akun Facebook "Mery Beby" yang berbunyi, "Tufek Tufek Tufek Kombi Piti Ina Piti Ama siani Kani ba Nami (Tufek Tufek Tufek Mungkin uang ibu bapaknya yang kami gunakan)". 

Kalimat tersebut diduga ditujukan kepada para ulama di Kecamatan Sape dan dinilai mengandung unsur penghinaan serta pencemaran nama baik.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan penghinaan itu muncul setelah adanya keputusan hasil musyawarah antara unsur Muspika, tokoh ulama, dan tokoh pemuda Kecamatan Sape. 

Dalam musyawarah tersebut, seluruh pihak bersepakat menolak penyelenggaraan pasar malam karena diduga mengandung praktik perjudian dan hiburan malam yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat setempat.

Ketua Aliansi Bela Ulama Sape, Mukhlis, menegaskan bahwa unggahan tersebut telah melukai perasaan umat Islam dan mencederai kehormatan para ulama.

"Penghinaan terhadap ulama merupakan suatu bentuk pelecehan terhadap umat beragama. Melecehkan ulama sama saja dengan melecehkan para nabi, karena ulama adalah para pewaris nabi," tegas Mukhlis di Mapolsek Sape.

Aliansi Bela Ulama Sape mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menelusuri identitas pemilik akun Facebook tersebut dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk apabila ditemukan unsur pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Sape belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut atas laporan tersebut. Sementara itu, identitas pemilik akun Facebook "Mery Beby" juga belum dapat dipastikan sehingga dugaan tersebut masih menunggu proses penyelidikan oleh aparat kepolisian. (RED)

Redaksi Metromini Media

"Berani & Lugas"



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url