Gerak Jalan Pramuka Kota Bima Disorot, Warga Pertanyakan Transparansi Dana Pendaftaran dan Pembinaan Peserta
KOTA BIMA | Jumat, 31 Juli 2026 - Pelaksanaan kegiatan Gerak Jalan Pramuka yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Bima menuai sorotan dari masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan besaran biaya pendaftaran peserta serta transparansi pengelolaan dana yang dipungut setiap tahun.
Informasi yang diterima Metromini Media menyebutkan biaya pendaftaran untuk satu peleton tingkat Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp400.000. Dengan jumlah peserta yang disebut mencapai sekitar 150 peleton di tingkat SD, masyarakat menilai dana yang terkumpul berpotensi cukup besar. Belum termasuk peserta tingkat SMP, SMA, serta kategori guru dan pegawai.
Selain biaya gerak jalan, masyarakat juga menyoroti adanya kegiatan lanjutan seperti perkemahan yang disebut kembali memungut biaya dari peserta.
Sejumlah warga mempertanyakan sejauh mana dana tersebut dialokasikan untuk pembinaan peserta. Menurut mereka, para siswa menjalani latihan selama hampir satu bulan di bawah terik matahari, sementara penghargaan yang diterima dinilai hanya berupa sertifikat dan hadiah yang dianggap tidak sebanding dengan pengorbanan peserta.
"Yang kami harapkan adalah keterbukaan. Berapa dana yang terkumpul, digunakan untuk apa saja, dan berapa yang benar-benar dialokasikan untuk pembinaan peserta," ujar salah seorang warga kepada Metromini Media.
Masyarakat berharap Kwarcab Pramuka Kota Bima dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai jumlah peserta, total penerimaan biaya pendaftaran, rincian penggunaan anggaran, serta laporan pertanggungjawaban kegiatan agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Metromini Media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Kwarcab Pramuka Kota Bima terkait mekanisme penarikan biaya pendaftaran, penggunaan dana, serta program pembinaan peserta, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (RED)
Redaksi Metromini Media
"Berani & Lugas"

