Konflik Rabakodo–Tente Belum Reda, Sabtu Petang Jalan Kembali Diblokir; TNI-Polri Turun Tangan

BIMA — Ketegangan antara warga Desa Rabakodo dan Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, belum sepenuhnya mereda. Sabtu petang, 1 Agustus 2026, situasi kembali memanas hingga terjadi pemblokiran jalan dan aparat gabungan TNI-Polri turun tangan membuka akses serta mengendalikan keadaan.

Video yang beredar luas di media sosial dan diperoleh Metromini Media memperlihatkan sejumlah warga berkumpul di ruas jalan pada malam hari. Dalam rekaman terlihat api menyala dari material di sekitar badan jalan. Sejumlah aparat keamanan juga tampak berada di tengah kerumunan.

Narasi yang menyertai salah satu video menyebut aparat gabungan TNI-Polri membuka paksa akses jalan yang diblokir. Video tersebut mendapat ratusan respons dan puluhan kali dibagikan.

Sejumlah komentar warganet turut menyoroti langkah personel Polsek Woha dan Koramil Woha dalam menangani pemblokiran. Ada yang meminta aparat bertindak terhadap pihak yang memprovokasi keadaan, namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Peristiwa Sabtu petang tersebut muncul di tengah konflik Rabakodo–Tente yang dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari.

Bentrok Disebut Memasuki Hari Ketiga

Hasil penelusuran Metromini Media menemukan laporan Cakrawala NTB yang diterbitkan Minggu, 2 Agustus 2026, menyebut bentrokan warga Rabakodo dan Tente kembali terjadi pada Sabtu (1/8/2026) dan merupakan hari ketiga sejak konflik kedua wilayah pecah.

Bentrokan dilaporkan terjadi di kawasan perbatasan lahan pertanian antara Desa Rabakodo dan Desa Tente. Situasi sempat memanas dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan konflik meluas. Namun laporan tersebut juga menegaskan bahwa penyebab pasti bentrokan terbaru serta jumlah korban maupun kerugian belum diketahui.

Karena itu, Metromini Media tidak menyimpulkan secara sepihak pemicu konflik, terlebih informasi yang beredar melalui media sosial masih membutuhkan verifikasi aparat kepolisian.

Informasi di media sosial juga beredar mengenai evakuasi seorang terduga pelaku pembacokan di Desa Rabakodo yang disebut berkaitan dengan seorang warga Rabakodo dan warga Tente. Namun detail kejadian, hubungan peristiwa tersebut dengan bentrokan terbaru, serta status hukum pihak-pihak yang disebut masih membutuhkan konfirmasi resmi kepolisian.

Pemblokiran Jalan Jadi Sorotan

Pemblokiran jalan kembali menuai kritik masyarakat. Salah seorang warganet dalam tangkapan layar yang diterima Metromini Media menulis bahwa pemblokiran jalan telah berulang kali terjadi dan meminta pihak yang menyampaikan aspirasi mempertimbangkan kepentingan masyarakat umum.

Komentar lainnya memberikan apresiasi kepada aparat Polsek Woha dan Koramil Woha serta meminta aparat menindak pihak yang sengaja memprovokasi keadaan.

Ruas jalan di kawasan Rabakodo dan Tente merupakan jalur penting aktivitas masyarakat Kecamatan Woha dan wilayah sekitarnya. Pada Juni 2026, Polres Bima bahkan mengintensifkan patroli KRYD dengan menyasar sejumlah titik, antara lain Pertokoan Rabakodo, Pangkalan Ojek Tente, Pasar Tente hingga SPBU Rabakodo.

Aparat Didesak Putus Mata Rantai Konflik

Konflik yang disebut telah berlangsung tiga hari ini membutuhkan penanganan serius. Bukan hanya membuka jalan setelah pemblokiran terjadi, tetapi juga memastikan akar persoalan diselesaikan sehingga tidak berkembang menjadi aksi balasan yang berkepanjangan.

Masyarakat Rabakodo maupun Tente sama-sama membutuhkan jaminan keamanan untuk bekerja, bersekolah, berdagang dan menggunakan jalan umum tanpa rasa takut.

Hingga laporan yang ditelusuri Metromini Media diterbitkan pada Minggu, 2 Agustus 2026, belum terdapat keterangan resmi kepolisian maupun pemerintah setempat yang menjelaskan secara lengkap perkembangan penanganan bentrokan Sabtu tersebut.(RED)

Peristiwa: Sabtu petang, 1 Agustus 2026
Lokasi: Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, NTB
Sumber: Video dan unggahan media sosial, penelusuran pemberitaan serta dokumentasi yang diterima redaksi.
Terbit: Minggu, 2 Agustus 2026

METROMINI MEDIA

Berani & Lugas 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url