Brimob Turun Tangan Bersihkan Puing Pascagempa, Dua Warga Bima Alami Kerusakan Rumah


KOTA BIMA | Sabtu, 15 Agustus 2026 — Pasca gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan getarannya turut dirasakan hingga Kota Bima dan Kabupaten Bima, personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor turun langsung membantu warga yang terdampak.

Dengan semangat gotong royong dan jiwa korsa, personel Brimob bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan serta membantu warga di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

Salah satu warga terdampak adalah Suhardin (40), wiraswasta yang tinggal di RT 03 RW 01, Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Berdasarkan pendataan di lapangan, dinding dapur rumah Suhardin berukuran sekitar 3 x 3 meter ambruk. Dinding tersebut belum diplester dan tiang tengahnya menggunakan kayu. Saat runtuh, material bangunan mengenai rak piring milik korban.

Kerugian yang dialami Suhardin diperkirakan mencapai Rp3 juta.

Kerusakan lebih berat dialami M. Saleh (57), seorang nelayan asal RT 03 RW 03, Dusun Moti, Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Rumah milik M. Saleh mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah akibat guncangan gempa. Kerugian material yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Dua kejadian tersebut menggambarkan dampak nyata gempa terhadap masyarakat di wilayah Bima. Kerusakan bangunan tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas dan tempat tinggal warga terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor bergerak membantu membersihkan material bangunan dan puing-puing rumah warga.

Wadanyon C Pelopor, Kompol Agung Budilaksono, S.I.K., menegaskan komitmen personel untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan penanggulangan bencana.

Kehadiran personel Brimob di lapangan tidak sekadar menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menunjukkan respons kemanusiaan melalui aksi nyata membantu warga yang terdampak.

Gotong royong membersihkan puing menjadi bagian dari upaya meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan lingkungan terdampak dapat kembali lebih aman untuk ditempati.

Pasca-gempa, kebutuhan warga bukan hanya soal keselamatan saat guncangan terjadi. Pemulihan rumah, lingkungan, dan kehidupan masyarakat juga menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan perhatian pemerintah, aparat, serta seluruh elemen masyarakat.

Kompi 1 Batalyon C Pelopor pun terus menunjukkan kesiapsiagaan untuk berada di garis terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi situasi kebencanaan. (RED)

SATYA MBOJO ASWATAMA

METROMINI MEDIA
Berani & Lugas
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url