MODUS KIAI CABULI PULUHAN SANTRIWATI DI PATI TERUNGKAP, POLISI TETAPKAN TERSANGKA

 


#PATI – Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang kiai sekaligus pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggemparkan publik. Pria berinisial Ashari itu diduga telah mencabuli sedikitnya 50 santriwati dengan modus manipulatif yang memanfaatkan posisi dan pengaruhnya.

Peristiwa ini terjadi di sebuah pondok pesantren di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu. Aparat kepolisian kini telah meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan Ashari sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyama, membenarkan perkembangan tersebut.

“Status kasus ini sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan, dan yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Dika, Minggu (3/5/2026).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku disebut menggunakan modus yang tergolong sistematis dan manipulatif. Ia diduga mengaku sebagai “wali nabi” untuk meyakinkan para korban agar menuruti kehendaknya. Klaim tersebut digunakan sebagai alat untuk mengontrol dan menekan psikologis santriwati.

Tidak hanya itu, terungkap pula dugaan upaya menghalangi proses hukum. Pelaku disebut pernah menawarkan uang hingga Rp400 juta kepada pihak terkait, termasuk pengacara korban, dengan tujuan meredam perkara.

“Modusnya cukup kompleks, pelaku memanfaatkan relasi kuasa dan kepercayaan. Bahkan ada indikasi upaya intervensi terhadap proses hukum,” lanjut Dika, dikutip dari kumparan.com. 

Kasus ini menuai kecaman luas dari masyarakat karena melibatkan institusi pendidikan berbasis keagamaan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri. 

Sejumlah pihak mendesak penanganan kasus dilakukan secara transparan dan memberikan perlindungan maksimal kepada para korban.

Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya korban lain serta menelusuri aliran dana terkait dugaan suap.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa penyalahgunaan otoritas, terlebih dalam lingkungan pendidikan dan keagamaan, merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi. 

Aparat diminta bertindak tegas demi keadilan bagi para korban. (#RED/AI/ Mawardy Agus)


📸: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #BeritaTerkini #BreakingNews #KasusPesantren #PenegakanHukum #KeadilanUntukKorban #StopKekerasan #LawanKejahatan #HukumHarusTegas #LindungiKorban #SuaraKebenaran #BongkarFakta #JanganDiam #BeraniBersuara

Related

Pati 7233348045290263136

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item