Aksi Blokade Jalan di Desa Teka Sire Memanas, Warga Tuntut Kejelasan Status Lahan Lapangan
#DOMPU - Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan sejumlah warga di Desa Teka Sire, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), memicu perhatian masyarakat setelah video suasana aksi beredar luas di media sosial, Rabu (6/5/2026).
Dalam video yang diunggah akun Facebook Kevin Alvaro, tampak puluhan warga berkumpul di badan jalan sambil menyampaikan aspirasi menggunakan pengeras suara.
Narasi dalam video menyebut tuntutan masyarakat terkait persoalan lapangan desa yang disebut masih bermasalah.
Aksi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas kendaraan yang melintas. Bahkan, dalam salah satu rekaman terlihat sebuah ambulans desa ikut melintas di tengah kerumunan massa.
Percakapan di media sosial memperlihatkan polemik terkait alasan aksi penutupan jalan tersebut.
Akun Herman Herman mempertanyakan penyebab aksi itu dengan komentar,
“Blokir jalan gara-gara apa itu paman??”
Komentar tersebut kemudian dijawab oleh pengunggah video, Kevin Alvaro, yang menulis,
“Tuntut masalah lapangan bola di Desa Tekasire.”
Komentar lain datang dari akun Roel Ntb yang menanyakan persoalan yang sedang terjadi.
Kevin Alvaro menjawab, “Demo masalah tanah lapangan bang".
Percakapan itu kemudian berlanjut saat Roel Ntb menulis, “Tanah itu milik warga brow.”
Sementara itu, akun Dhin Jr. mengaku lahan tersebut merupakan milik keluarganya.
Dalam komentarnya, ia menulis, “Ijin menjawab bang itu tanah kake saya, dulu dipinjam sama orang untuk tanam tembakau.”
Di sisi lain, aksi blokade jalan menuai kritik dari masyarakat karena dinilai mengganggu fasilitas umum dan aktivitas pengguna jalan.
Akun Adv Arief menulis,
“Apakah pengguna jalan menghalangi tuntutan saudara semua??? sehingga kalian menutup fasilitas umum yg merugikan orang lain. Dikit-dikit blokir jalan...”
Menanggapi kritik tersebut, Kevin Alvaro memberikan klarifikasi melalui kolom komentar.
“Bukannya begitu abangku, klupun kita tidak menutupi fasilitas umum, yang di atas tidak ada tanggapannya apa yang masyarakat mau begitu abangku,” tulisnya.
Komentar lain juga datang dari akun Papy Takwa yang menyoroti kebiasaan aksi penutupan jalan saat terjadi konflik masyarakat.
“Apapun masalahnya selalu jalan yang dipermasalahkan,” tulisnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Teka Sire maupun aparat terkait mengenai status kepemilikan lahan lapangan yang dipersoalkan warga serta langkah penyelesaian atas aksi blokade jalan tersebut. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #Tekasire #Manggelewa #Dompu #NTB #BlokadeJalan #SengketaLahan #AksiWarga #LapanganDesa




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.