Viral Bayi Meninggal Diduga Terkendala BPJS, Warga Soroti Pelayanan RSUD Bima dan Minta Bupati Turun Tangan
KOTA BIMA – Peristiwa meninggalnya seorang bayi berusia dua hari yang ramai diperbincangkan di media sosial memicu perhatian masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Bima. Dalam unggahan yang beredar, keluarga menyebut adanya persoalan administrasi BPJS saat proses penanganan maupun pengurusan pelayanan.
Sejumlah warga menyampaikan kritik kepada Pemerintah Kabupaten Bima agar tidak hanya fokus menjalankan program pelayanan publik seperti “Selasa Menyapa”, tetapi juga memastikan berbagai persoalan mendasar, terutama pelayanan rumah sakit, mendapatkan perhatian dan penyelesaian.
Salah satu komentar warga yang beredar di media sosial menyebut bahwa masyarakat menyambut baik kehadiran pemerintah di tengah rakyat, namun berharap masalah pelayanan kesehatan juga segera dibenahi.
"Kami senang disapa, tetapi akan lebih senang jika persoalan yang ada benar-benar didengar dan diselesaikan," tulis salah satu warganet, Sabtu, 20 Juni 2026.
Masyarakat menilai rumah sakit merupakan tempat pelayanan kemanusiaan sehingga seluruh prosedur, termasuk yang berkaitan dengan administrasi BPJS, harus dijalankan dengan mengedepankan empati, terutama terhadap keluarga pasien yang sedang mengalami musibah.
Menanggapi peristiwa tersebut, warga juga berharap Bupati dan Wakil Bupati Bima melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan, termasuk melakukan pemeriksaan menyeluruh apabila ditemukan adanya kesalahan prosedur, keterlambatan pelayanan, atau miskomunikasi antara petugas dan keluarga pasien.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Bima maupun Pemerintah Kabupaten Bima belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi dan kebenaran dugaan kendala pelayanan yang disampaikan keluarga.
Metromini Media akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna menghadirkan informasi yang berimbang. (RED)
