Warga Kelurahan Santi Pertanyakan Penyaluran PKH Daerah, Minta Dinsos Turun Tangan
METROMINI MEDIA –
Berani & Lugas
KOTAN BIMA - Seorang warga Kelurahan Santi, Kota Bima, bernama Handayani Nafisya, menyampaikan protes terbuka melalui media sosial terkait dugaan ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial yang disebut sebagai Program Keluarga Harapan (PKH) Daerah.
Dalam unggahannya, Handayani mempertanyakan mengapa masih terdapat warga yang dinilai layak menerima bantuan namun tidak terdaftar sebagai penerima manfaat. Ia juga menyoroti adanya dugaan penerima bantuan yang secara ekonomi dianggap lebih mampu dibanding warga lain yang benar-benar membutuhkan.
Menurutnya, terdapat kepala keluarga berstatus duda yang membiayai anak-anaknya sendiri namun tidak mendapatkan bantuan. Di sisi lain, ia menilai ada penerima bantuan yang memiliki kondisi ekonomi lebih baik, bahkan disebut memiliki rumah yang layak dan aset lebih dari satu.
Handayani juga menyoroti dugaan adanya penerima bantuan yang masih memiliki hubungan keluarga dengan penerima lainnya. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai proses pendataan dan verifikasi penerima bantuan.
Melalui unggahan tersebut, ia meminta Dinas Sosial Kota Bima untuk melakukan peninjauan ulang terhadap data penerima bantuan di Kelurahan Santi serta turun langsung ke lapangan guna memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
"Kalau perlu saya tunjukkan langsung mana warga yang sudah pernah menerima bantuan dan mana yang belum pernah menerima bantuan sama sekali," tulisnya dalam unggahan tersebut, Minggu (14/6/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Sosial Kota Bima terkait keluhan yang disampaikan warga tersebut.
Masyarakat berharap proses pendataan dan penyaluran bantuan sosial dilakukan secara transparan, objektif, dan tepat sasaran agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah warga. (RED)
